Selat Hormuz Dibuka, Pemerintah Intensifkan Negosiasi agar Kapal RI Diizinkan Melintas

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 18 April 2026 | 09:54 WIB
Ilustrasi kapal tanker milik Pertamina di lautan lepas. (SinPo.id/dok. Esdm)
Ilustrasi kapal tanker milik Pertamina di lautan lepas. (SinPo.id/dok. Esdm)

SinPo.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus melakukan lobi dan koordinasi dengan pihak Iran agar kedua kapal milik PT Pertamina (Persero) segera melintas Selat Hormuz. Hal ini seiring dengan dibukanya kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional.

"Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini," kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia di Jakarta, Jumat, 17 April 2026. 

Menurut Anggia, pembukaan kembali Selat Hormuz, menjadi sinyal kuat meredanya ketegangan geopolitik global serta memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia. Termasuk memberikan dampak positif terhadap kondisi ketahanan energi nasional. 

Untuk itu, ESDM berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal. Pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga. 

"Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik," ucapnya. 

Anggia mengatakan, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai skenario gangguan pasokan global, termasuk melalui penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi. Sembari terus memonitor perkembangan situasi global secara ketat serta mengambil langkah-langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi domestik.

"Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan," ujarnya. 

Sebelumnya, pihak otoritas resmi Iran telah mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Hal ini langsung direspons positif oleh pasar global dengan penurunan harga minyak yang signifikan, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Selat sempit itu merupakan salah satu jalur utama distribusi energi global yang sangat menentukan kelancaran rantai pasok minyak dan gas.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan, jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka.

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka," kata Abbas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI