Jakarta Catat Kenaikan Partisipasi Kerja, Program Ketenagakerjaan Terus Diperluas

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 22:37 WIB
Suasana Senayan Daerah Khusus Jakarta saat matahari terbit (Ashar/SinPo.id)
Suasana Senayan Daerah Khusus Jakarta saat matahari terbit (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Tingkat partisipasi angkatan kerja di Jakarta mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen, menjadi 65,47 persen. Kenaikan partisipasi angkatan kerja ini didorong oleh peningkatan partisipasi perempuan dan didukung program ketenagakerjaan hingga 2026.

Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan I Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

"Hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan ingin saya sampaikan bahwa kali ini untuk ketenagakerjaan di Jakarta tingkat partisipasinya juga mengalami peningkatan menjadi 65,47 persen," ujar Pramono.

Tak hanya itu, sambungnya, jumlah penduduk yang mendapatkan pekerjaan juga bertambah 48,6 ribu orang menjadi 5,18 juta. Peningkatan kesempatan kerja ini menunjukan ekonomi Jakarta semakin mampu menciptakan peluang bagi masyarakat.

"Sehingga dengan demikian hal berkaitan dengan ketenagakerjaan di Jakarta yang dulu orang mengkhawatirkan di triwulan pertama akan ada penurunan, alhamdulillah mengalami penaikan," jelas Pramono.

Kenaikan serapan tenaga kerja ini didorong oleh tiga sektor utama, yakni sektor perdagangan, akomodasi dan makanan minuman, serta pengangkutan dan pergudangan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun akan menyiapkan paket insentif pajak agar perekonomian Jakarta tetap berjalan baik. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan terus memperluas akses kerja melalui berbagai program yang sudah dilakukan. Di antaranya adalah magang lulusan SMK, job fair kolaboratif, mobile training unit, pelatihan kerja reguler dan sebagainya.

"Mudah-mudahan momentum yang baik ini yang masih terjaga ini kita tetap terus bisa jaga," tandas Pramono.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI