Serapan APBD DKI Jakarta Masih 13,39 Persen hingga 31 Maret 2026

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 17 April 2026 | 14:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5 pada Maret 2026, di tengah realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) triwulan I yang masih berada di kisaran 13 persen.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi ibu kota tetap tinggi meski penyerapan anggaran belum signifikan. 

“Yang menggembirakan, pada Maret 2026 indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5. Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta,” ujar Pramono, Jumat, 17 April 2026.

Berdasarkan paparannya, APBD DKI Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Hingga 31 Maret, realisasi pendapatan daerah baru mencapai Rp9,57 triliun atau 13,39 persen, sementara belanja daerah Rp10,38 triliun atau 13,97 persen.

Di sisi pembiayaan, penerimaan tercatat Rp5,82 triliun atau 58,92 persen, sedangkan pengeluaran pembiayaan baru 3,45 persen atau Rp243,2 miliar. Adapun Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) mencapai Rp4,77 triliun.

Pramono mengakui masih perlunya percepatan belanja, terutama untuk memastikan manfaat anggaran segera dirasakan masyarakat. Dari total paket pengadaan, sebanyak 94.798 telah diselesaikan, sementara sisanya didorong untuk segera dituntaskan.

Kendati serapan anggaran relatif rendah pada awal tahun, kinerja ekonomi Jakarta dinilai tetap solid. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,21 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.

Angka tersebut, menurut Pramono, menjadi indikasi bahwa daya tahan ekonomi Jakarta tetap terjaga di tengah tekanan global, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengakselerasi belanja pada triwulan berikutnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI