Anggota DPR Harap Program Magang Tetap Berorientasi pada Peningkatan Keterampilan
SinPo.id - Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni, berharap agar program pemagangan di beberapa perusahaan harus dapat dipastikan benar-benar berorientasi pada peningkatan keterampilan peserta, bukan sekadar memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Pasalnya, masih banyak praktik pemagangan yang tidak sesuai dengan kompetensi peserta. Seperti lulusan sekolah juru masak yang ditempatkan di restoran, tetapi hanya menjalankan tugas sederhana seperti mengantarkan sajian.
“Seorang yang lulus sekolah juru masak ditempatkan di restoran, tetapi hanya mengantarkan sajian selama empat sampai lima bulan. Tentu ini tidak cukup untuk meningkatkan keterampilan memasak, kata Obon, dalam keterangan persnya, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, peserta magang harus mendapatkan pengalaman langsung dalam proses kerja yang relevan dengan bidangnya, termasuk didampingi oleh tenaga profesional, agar dapat mengasah kompetisi peserta.
Pihaknya juga menyoroti aspek pemanfaatan peserta magang oleh perusahaan. Ia mengingatkan agar program pemagangan tidak berubah menjadi praktik kerja layaknya pekerja penuh waktu tanpa perlindungan yang memadai.
Karena terdapat potensi peserta magang diperlakukan seperti pekerja dengan jam kerja hingga delapan jam per hari, bahkan dibebani target tertentu, tanpa adanya kewajiban perusahaan untuk memberikan upah yang layak.
Ia menilai, kondisi tersebut dapat berisiko menggeser tujuan pemagangan dari proses pembelajaran menjadi bentuk pemanfaatan tenaga kerja murah.
“Jangan sampai adik-adik kita yang seharusnya meningkatkan skill, justru berubah menjadi pekerja tanpa perlindungan. Perusahaan bisa diuntungkan tanpa harus mengeluarkan biaya,” katanya menambahkan.

