Trump Picu Amarah Usai Sebut Penyintas Epstein ‘Korban atau Apa Pun’
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kecaman luas setelah secara sembrono menyebut para penyintas kasus Jeffrey Epstein sebagai “victims, or whatever” (korban, atau apa pun). Pernyataan itu ia lontarkan di luar Gedung Putih, Kamis 16 April 2026, ketika ditanya mengenai sidang publik untuk para penyintas.
Trump mengklaim bahwa para perempuan menolak bersumpah di bawah sumpah, sebuah pernyataan yang segera dibantah. Komentator politik Aaron Parnas menulis di X bahwa Trump berbohong, karena para penyintas telah memberikan kesaksian kepada FBI. “Menyebut mereka ‘victims or whatever’ adalah salah satu hal paling merendahkan yang bisa dikatakan seorang presiden,” ujarnya.
Kritik juga datang dari Polly Sigh, yang menekankan bahwa salah satu penyintas bahkan pernah menuduh Trump melakukan pelecehan seksual. Sementara akun MeidasTouch menilai komentar itu sebagai kebohongan terang-terangan.
Reaksi keras muncul di media sosial. NHL analyst Mike Rifkin menulis, “Ia mungkin menggambarkan dirinya sebagai Yesus, tapi sebenarnya ia adalah iblis. Itu komentar menjijikkan.” Akun Spiro’s Ghost menambahkan, “Despicable, deranged, insane lying. What the [expletive].”
Trump sendiri telah berulang kali membantah semua tuduhan terkait Epstein dan menyatakan bahwa ia “bukan penggemar” sang finansier yang telah dihukum atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur. Namun, pernyataan terbarunya kembali memicu kontroversi dan memperburuk citra publiknya di tengah sorotan kasus Epstein yang masih menyisakan luka bagi para penyintas.

