Hormati Musim Haji 2026, Sejumlah Tokoh Minta Perang Dihentikan

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 15 April 2026 | 20:55 WIB
Sejumlah tokoh berharap perang di Timur Tengah mereda (Sinpo.id/tim media)
Sejumlah tokoh berharap perang di Timur Tengah mereda (Sinpo.id/tim media)

SinPo.id -  Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia HE. Faisal Abdullah Amody mengadakan halal bi halal dan silaturahim dengan para tokoh, ulama, pimpinan ormas Islam, pimpinan pesantren, acara dilaksanakan di kediaman Dubes, Rabu, 15 April 2026.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir dalam acara halal bihalal tersebut. Dalam sambutannya, Muzani  merespons gagalnya perundingan damai antara Iran dengan Amerika dan Israel yang dilaksanakan di Pakistan beberapa hari yang lalu sebagai hal yang negatif.

Ketua MPR RI menyerukan agar gencatan senjata sementara dalam waktu 2 minggu yang tengah terjadi antara Iran dan AS-Israel, menjadi gencatan senjata yang permanen, atau berhentinya perang, artinya perang tidak lagi berlanjut.

Ketua MPR RI juga mengapresiasi Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, yang secara arif dan bijak menyikapi perang yang tengah terjadi di Timteng.

Pernyataan ini diperkuat oleh para ulama dan tokoh yang hadir, mengingat bahwa musim haji 1447 H akan segera dimulai.

Dalam sambutannya, ulama kharismatik yang merupakan Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz menyatakan bahwa momentum Haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia, dan agung bagi umat Islam, yang pelaksanaannya berada di dua tanah suci di Saudi Arabia.

"Semua negara harus menjadikan Saudi Arabia sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikitpun, khususnya yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026", tegasnya.

"Mengingat umat Islam akan memasuki musim haji, kita harapkan perang bisa segera berakhir, kita meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam perang untuk segera menghentikannya," tegas Kiai Kikin, Pengasuh Pesantren Tebuireng

Para ulama, pimpinan ormas Islam dan pesantren meminta semua pihak untuk menghormati proses ibadah haji yang akan segera berlangsung, serta menghormati kedaulatan setiap negara khususnya Saudi Arabia.

Para hadirin yang hadir dari berbagai elemen dan daerah tersebut juga menambahkan, bahwa perang hanya membawa keburukan kepada semua pihak, dampak perang akan merugikan semua pihak, hal ini terbukti dari krisis energi, ekonomi, peradaban, dan kemansuiaan.

Sementara itu, Presiden PKS Almuzammil Yusuf menyatakan bahwa menyerang Saudi Arabia khususnya Makkah dan Madinah atau mengganggu Saudi Arabia yang berdampak pada terganggunya prosesi ibadah haji adalah kejahatan serius dan musuh umat Islam secara keseluruhan.

Almuzzammil Yusuf meminta Indonesia dan negara-negara OKI agar mempelopori dan menyeru kepada dunia untuk menjamin keamanan Saudi Arabia yang sebentar lagi akan memulai ibadah haji.

Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid juga meminta secara khusus agar Amerika-Israel dan Iran berhenti untuk perang, karena berdampak kepada seluruh dunia.

Wakil Ketua MPR juga mengecam serangan militer yang malah menyasar fasilitas umum atau fasilitas non militer baik di Iran maupun di Saudi Arabia, karena itu merupakan tindakan yang melanggar hukum internasional.

"Karenanya sudah lama saya menolak serangan militer ke sasaran non militer, fasilitas umum baik terhadap Iran seperti ke Sekolah atau Rumah Sakit, maupun terhadap Saudi Arabia yang menyasar Aramco dll. Dan mestinya Iran focus menyerang balik ke Israel saja", tegasnya.

Para ulama dan tokoh sepakat untuk terus mendukung Saudi Arabia melayani Haramain asySyarifain, dan berharap Saudi Arabia juga berperan lebih efektif dalam menyelamatkan dan membebaskan Masjid alAqsha dari penguasaan Israel, yang juga akan efektif menggalang persatuan umat Islam di dunia.

Para tokoh yang hadir juga menyampaikan penghargaan kepada Saudi Arabia karena telah menjaga haramain (dua tanah suci) dengan sempurna.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI