Wagub DKI Resmikan Gedung UIN Bukittinggi

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 15 April 2026 | 14:10 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno Saat Resmikan Gedung UIN Bukitinggi (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno Saat Resmikan Gedung UIN Bukitinggi (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Gedung S yang diberi nama Soekarno M. Noor di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech Muhammad Djamil Djambek, Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu, 15 April 2026. Peresmian itu bertepatan dengan pelaksanaan wisuda Angkatan XII kampus tersebut.

Dalam pidatonya, Rano tidak hanya menandai penggunaan gedung baru, tetapi juga menekankan makna personal di balik penamaan tersebut. Ia menyebut pengabadian nama ayahnya sebagai bentuk penghormatan yang melampaui simbol fisik.

“Kami mewakili keluarga besar merasa sangat tersanjung. Ini bukan sekadar nama, tetapi pengingat nilai hidup,” kata Rano dalam keterangannya di Jakarta, Raby, 15 April 2026.

Berbeda dari seremoni peresmian pada umumnya, Rano mengarahkan sorotan pada warisan moral yang ditinggalkan ayahnya, seorang seniman. 

Dia menegaskan, nilai kejujuran dan dedikasi justru menjadi peninggalan paling berharga dibandingkan materi.

“Ia tidak meninggalkan kekayaan berlimpah, tetapi meninggalkan kejujuran dan dedikasi,” tuturnya. 

Momentum itu juga dimanfaatkan Rano untuk merefleksikan perjalanan pribadinya. Dia menyatakan kehadirannya di panggung bukan semata sebagai pejabat publik, melainkan sebagai anak yang membawa ingatan dan pesan orang tua.

“Saya berdiri di sini bukan sebagai Wakil Gubernur, tetapi sebagai seorang anak,” kata Rano. 

Selain peresmian, Rano turut menghadiri prosesi wisuda dan menyapa ratusan lulusan. Dalam pesannya, dia menyoroti pentingnya ketangguhan generasi muda di tengah tantangan bangsa.

Menurut dia, keberhasilan tidak ditentukan oleh kesempurnaan, melainkan oleh konsistensi untuk bangkit dari kegagalan.

“Bangsa ini tidak membutuhkan kesempurnaan, tetapi membutuhkan ketekunan,” ujar Rano.

Dia juga mengingatkan, ilmu yang diperoleh para lulusan memiliki tanggung jawab sosial. “Ilmu adalah titipan yang harus menjadi cahaya bagi sesama,” ungkap Rano. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI