Rano Dorong Pelestarian Adat sebagai Penguat Identitas

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 14 April 2026 | 22:22 WIB
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan adat budaya sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus penguatan potensi wisata budaya. 

Pernyataan itu disampaikan saat mengikuti prosesi adat Makan Bajamba di Rumah Tuo Leluhur Adat, Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat, Selasa, 14 April 2026.

Dalam sambutannya, Rano mengatakan adat dan budaya tidak cukup hanya dikenang, melainkan harus terus diwariskan dan dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap hidup lintas generasi.

“Adat dan budaya harus kita jaga dan hidupkan. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenalnya dari cerita. Mereka harus bisa merasakan langsung nilai dan maknanya,” ujar dia.

Rano menilai Bonjol memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya. Potensi tersebut, kata dia, didukung oleh kekayaan alam, sejarah, serta kedekatan dengan sosok Tuanku Imam Bonjol.

“Saya melihat Bonjol memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sisi alam, budaya, maupun sejarah. Saya ingin Bonjol dan Pasaman menjadi destinasi wisata budaya yang kuat, bukan sekadar tempat yang dilewati, tetapi tujuan yang membuat orang singgah dan jatuh cinta pada budayanya,” tuturnya.

Dia menuturkan, pengembangan potensi tersebut perlu didorong melalui kolaborasi antarpemerintah dan pemangku kepentingan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Upaya ini harus terus didorong melalui kolaborasi semua pihak. Tadi saya juga berdiskusi dengan Bupati Pasaman mengenai langkah-langkah yang bisa dikerjakan bersama,” kata Rano.

Dalam kesempatan itu, Rano juga mengapresiasi hibah tanah dari Suku Tanjuang yang direncanakan menjadi Rumah Budaya bagi Soekarno M. Noer. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah kreativitas generasi muda.

Rano menilai prosesi Makan Bajamba mengandung nilai kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan yang penting untuk terus dirawat.

“Adat Makan Bajamba mengajarkan kita tentang kebersamaan, duduk melingkar tanpa sekat, saling menghargai, dan mempererat persaudaraan tanpa memandang status. Inilah warisan yang harus kita jaga dan majukan bersama,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI