Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam, Dukungan Publik AS terhadap Israel Kian Merosot
SinPo.id - Jalur menuju perang atau perdamaian di Timur Tengah semakin kabur akibat posisi yang saling bertentangan antara pemerintahan Donald Trump, sekutu Israel, lawan Iran, serta pihak mediator. Salah satu faktor yang memperburuk situasi adalah tekad Israel untuk menghancurkan Hezbollah dan menekan Lebanon, meski gencatan senjata rapuh tengah berlangsung.
Laporan menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya tidak berniat menerima kesepakatan damai permanen dengan Iran. Mereka juga relatif tidak peduli terhadap dinamika pasar minyak yang menjadi fokus utama Trump. Kondisi ini membuat Israel rentan terhadap persepsi publik di Amerika Serikat bahwa negara tersebut telah menyeret Trump ke dalam perang yang tidak populer, sekaligus menghambat upaya keluar dari konflik.
? Data Pew Research: Dukungan Publik AS terhadap Israel Menurun
Partai Republik: 58% masih berpandangan positif terhadap Israel, namun 41% kini berpandangan negatif. Angka ketidaksetujuan meningkat di kalangan Republikan muda (usia 18–49), dengan 57% menyatakan pandangan tidak favorable.
Partai Demokrat: 80% responden Demokrat dan independen yang condong ke Demokrat memiliki pandangan negatif terhadap Israel, naik dari 69% tahun lalu dan 53% pada 2022.
Kepercayaan terhadap Netanyahu: 76% Demokrat tidak percaya pada Netanyahu, dengan 52% menyatakan tidak percaya sama sekali. Di kalangan Republikan muda, 58% juga menyatakan kurang atau tidak percaya pada Netanyahu.
Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania menanggapi data ini dengan berbeda. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menyebut Israel sebagai “sekutu khusus” dan menyerukan agar lebih banyak Demokrat mendukung Israel serta menuntut Iran bertanggung jawab.
Namun, tren penurunan dukungan publik tampaknya sulit dibendung. Gambar-gambar mengerikan dari Gaza yang sebelumnya melemahkan simpati publik terhadap Israel kini berpotensi diperparah oleh serangan udara ke Lebanon. Ditambah dengan aksi pemukim di Tepi Barat dan persepsi bahwa Trump menjadi “mitra junior” Netanyahu, posisi Israel di mata publik AS semakin goyah.
