Kementan: Importir dan Pengrajin Tahu Tempe Sepakat Harga Kedelai Rp11.500 per Kg

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 10 April 2026 | 17:28 WIB
Pembuatan tahu di Duren Tiga, Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)
Pembuatan tahu di Duren Tiga, Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi kesepakatan antara importir dan pengrajin tahu tempe untuk menjaga stabilitas harga kedelai melalui penerapan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp11.500 per kilogram di tingkat importir. Kesepakatan ini memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tetap berada di bawah Rp12 ribu per kg hingga adanya perubahan kebijakan berikutnya. 

"Kita sudah berkomitmen bersama untuk menjaga implementasi HAP di lapangan tetap berjalan. Ini penting agar stabilitas pangan tetap terjaga," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026. 

Yudi menegaskan, isu yang berkembang di masyarakat telah terverifikasi dan tidak benar, serta memastikan komitmen bersama seluruh pihak tetap terjaga.

"Kami sudah verifikasi langsung ke pelaku usaha, dan informasi yang menyebut harga kedelai tembus Rp20 ribu itu tidak benar. Harga tetap di bawah HAP, bahkan di level importir masih sekitar Rp11.500," ujar dia.

Saat ini kondisi persediaan, juga masih cukup, harga terkendali sesuai dengan acuan pemerintah. "Jadi tidak perlu dikhawatirkan," ujarnya.

Yudi menjelaskan, dinamika global memang memberikan tekanan, terutama pada biaya logistik, transportasi, hingga komponen penunjang lainnya.

"Memang ada dampak dari perubahan geopolitik yang menyebabkan ongkos produksi dan distribusi meningkat. Tapi untuk kondisi saat ini pasokan masih cukup dan harga masih terkendali. Ini yang perlu kami sampaikan agar tidak terjadi kekhawatiran di masyarakat," jelasnya.

Dia memastikan, Kementan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. "Kita sudah berkomitmen bersama untuk menjaga implementasi HAP di lapangan tetap berjalan. Ini penting agar stabilitas pangan tetap terjaga," tuturnya.

Kementan juga akan terus memantau implementasi kesepakatan ini serta mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri.

"Tahun ini kita punya program pengembangan kedelai sekitar 37.500 hektare. Ini akan terus kita dorong sehingga ke depan ketergantungan terhadap impor bisa kita kurangi," kata Yudi. 

Berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) yang diolah Bapanas per 8 April 2026, harga kedelai di berbagai wilayah masih berada dalam rentang yang wajar dan sesuai dengan HAP. 

Di Jakarta, rerata harga kedelai berada di kisaran Rp10.500–Rp11.000 per kg, Jawa Rp10.555 per kg, Bali dan NTB Rp10.550 per kg, Sumatra Rp11.450 per kg, Sulawesi Rp11.113 per kg, dan Kalimantan Rp10.908 per kg. Angka ini masih berada di bawah HAP kedelai impor di tingkat konsumen (pengrajin tahu tempe) yang ditetapkan maksimal Rp12.000 per kg.

Dari sisi importir, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen menyampaikan, harga dan pasokan kedelai masih dalam kondisi terkendali meskipun menghadapi tekanan global.

"Saya rasa di tingkat importir saat ini sudah wajar, mungkin di sekitar Rp10.100 sampai Rp10.300 per kilogram tergantung wilayah. Di tingkat pengrajin mungkin sekarang ini sekitar Rp10.500 sampai dengan Rp11.000 per kilogram," kata Hen. 

Ia menegaskan, pelaku usaha terus berupaya menjaga stabilitas di tengah tantangan eksternal. "Saat ini kami mencoba dengan sangat keras untuk menjaga kestabilan dari harga komoditas kedelai. Tapi perlu dicatat ada beberapa faktor seperti geopolitik yang berdampak pada ongkos logistik, asuransi kapal, hingga bahan penunjang," ungkapnya.

Hen mengimbau semua pihak untuk terus bersinergi demi menjaga stabilitas harga kedelai. "Menjaga stabilitas bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan melibatkan semua pihak baik swasta maupun pemerintah. Perlu saling bekerja sama supaya suasana usaha menjadi lebih kondusif," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, menegaskan bahwa harga produk tahu dan tempe di tingkat pengrajin masih stabil.

"Kami jamin tahu tempe tidak naik harganya, tapi mungkin ada penyesuaian dari sisi volume. Dari sisi rasa dan kualitas tetap kami jaga. Hasil pantauan kami harga tahu tempe tetap stabil di kisaran Rp12.000 sampai Rp13.000, tidak ada kenaikan yang cukup signifikan," kata Wibowo.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI