Menlu Iran: AS akan Hancurkan Ekonominya Jika Biarkan Israel Bunuh Diplomasi
SinPo.id - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak bertindak "bodoh" dengan membiarkan Israel membahayakan gencatan senjata regional.
Pasalnya, Irael telah kembali melanggar kesepakatan dengan melanjutkan serangan intensifnya terhadap Lebanon, yang telah menewaskan ratusan orang sejak gencatan senjata diberlakukan.
Padahal salah satu kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui oleh AS dan Iran adalah menghentikan serangan ke Lebanon. Namun, baik Israel maupun AS membantah bahwa Lebanon masuk dalam kesepakatan.
"Jika AS ingin menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihan mereka. Kami pikir itu akan bodoh tetapi kami siap untuk itu," tulis Araghchi di media sosial, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 10 April 2026.
Pernyataan Araghchi tersebut mencerminkan bahasa yang digunakan oleh Wakil Presiden AS JD Vance, yang sebelumnya memperingatkan Iran agar tidak membiarkan gencatan senjata gagal karena Lebanon.
“Kami pikir itu akan bodoh, tetapi itu pilihan mereka," kata JD Vance.
Tak hanya itu, Iran juga telah mengeluarkan ancaman akan merespons serangan Israel di Lebanon dengan kekuatan militer atau memblokir Selat Hormuz guna memastikan gencatan senjata juga berlaku untuk Lebanon.
Namun, Trump mengatakan dia telah meminta pemerintah Israel untuk mengurangi operasinya di Lebanon. Meskipun sama sekali tidak ada pengurangan dalam serangan Israel.
“Saya berbicara dengan Bibi [Netanyahu], dan dia akan melakukannya secara diam-diam. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih diam-diam,” kata Trump kepada NBC News.
