BMKG: Hujan Lebat Masih Mengintai Indonesia 10–16 April 2026 Meski Masuki Masa Peralihan

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 10 April 2026 | 01:59 WIB
Hujan (SinPo.id/TMCPoldaMetro)
Hujan (SinPo.id/TMCPoldaMetro)

SinPo.id -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Indonesia masih didominasi hujan hingga pertengahan April 2026, meskipun saat ini sebagian wilayah mulai memasuki masa peralihan musim.

Dalam prospek cuaca periode 10–16 April 2026, BMKG menyebutkan bahwa kondisi atmosfer masih cukup aktif, sehingga berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai daerah. Sejumlah wilayah bahkan masuk kategori siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Sebelumnya, pada periode 6–8 April 2026, hujan lebat telah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan tertinggi tercatat di Papua Barat mencapai 190,7 mm per hari. Selain itu, hujan lebat juga terjadi di DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Lampung.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer seperti gelombang Rossby ekuatorial, gelombang Kelvin, serta Mixed Rossby-Gravity (MRG). Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Indonesia turut memperkuat pembentukan awan hujan.

Peralihan dari monsun Asia menuju monsun Australia juga berperan dalam membentuk pola sirkulasi udara dan zona pertemuan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Faktor lokal seperti pemanasan permukaan di siang hari dan perlambatan angin turut memperkuat pembentukan awan konvektif.

Secara global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral, sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan curah hujan. Namun, secara regional, monsun Australia mulai menguat dan membawa massa udara yang lebih kering sebagai tanda awal menuju musim kemarau.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa berbagai faktor atmosfer masih aktif, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI