Rencana Damai Iran Terancam, Israel Tolak Hentikan Serangan ke Lebanon
SinPo.id - Rencana damai 10 poin yang ditawarkan Iran dan secara tentatif diterima Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini terancam gagal. Hal ini terjadi setelah sekutu utama AS, Israel, menolak untuk mematuhi salah satu syarat penting dalam kesepakatan tersebut.
Salah satu poin dalam rencana damai itu adalah penghentian serangan Israel ke Lebanon. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup Lebanon.
“Kesepakatan gencatan senjata itu tidak termasuk Lebanon,” ujar Netanyahu, seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu 8 April 2026.
Israel melancarkan invasi terbaru ke Lebanon bulan lalu setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran menyerang Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke Iran. Aksi ini memicu krisis kemanusiaan, memaksa 1,2 juta orang mengungsi, termasuk 350.000 anak-anak.
Presiden Trump belum memberikan komentar terkait penolakan Israel terhadap poin penting gencatan senjata tersebut. Sementara itu, Joe Kent, mantan Kepala Pusat Kontraterorisme Nasional AS yang mundur bulan lalu sebagai bentuk protes atas perang AS-Israel melawan Iran, menilai Trump telah dimanipulasi Israel untuk melancarkan konflik.
“Sangat penting untuk menahan Israel agar gencatan senjata bisa berhasil,” kata Kent, Selasa 7 April 2026
Situasi ini menambah ketidakpastian atas masa depan gencatan senjata, yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah.
