110 Pasar Tradisional Jakarta Ditagetkan Terdigitalisasi pada Akhir 2026

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 08 April 2026 | 20:49 WIB
Pasar Pramuka (SinPo.id/ Dok. Beritajakarta)
Pasar Pramuka (SinPo.id/ Dok. Beritajakarta)

SinPo.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menargetkan sebanyak 110 pasar tradisional di Jakarta telah terdigitalisasi hingga akhir 2026 sebagai bagian dari percepatan transformasi ekonomi berbasis digital di ibu kota.

Direktur Utama Agus Himawan mengatakan, hingga saat ini sebanyak 60 pasar telah masuk dalam program digitalisasi dari total 153 pasar yang dikelola.

“Kita sudah selesaikan 60 pasar digitalisasi, dan tahun ini kita tambah lagi sekitar 50 pasar. Berarti sekitar 110 pasar bisa selesai tahun ini,” ujar Agus, Rabu, 8 April 2026.

Menurut dia, program ini merupakan bagian dari kebijakan besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin pesat.

Agus menjelaskan, digitalisasi yang dilakukan tidak hanya sebatas penerapan transaksi non-tunai, tetapi juga mencakup penguatan sistem keuangan secara menyeluruh, termasuk penggunaan QRIS, integrasi layanan perbankan, serta peningkatan literasi keuangan pedagang.

Dalam pelaksanaannya, Perumda Pasar Jaya menggandeng sejumlah lembaga, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek dan Bank Indonesia.

“Langkah percepatan yang kita lakukan adalah koordinasi intensif dengan OJK Jabodebek, Bank Indonesia, serta mitra perbankan, sekaligus melakukan edukasi kepada pedagang,” kata Agus.

Dia menambahkan, aspek edukasi menjadi kunci dalam implementasi program, mengingat masih ada kekhawatiran pedagang terhadap keamanan transaksi digital.

Kendati demikian, Agus memastikan respons pedagang cenderung positif. Dukungan dari lembaga resmi pemerintah dinilai mampu meningkatkan kepercayaan terhadap sistem yang digunakan.

“Tidak ada kesulitan yang berarti. Ini dikelola oleh lembaga resmi seperti Bank Indonesia dan OJK, sehingga berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Selain mempermudah transaksi, kata dia, sistem digital juga membantu pedagang dalam pencatatan keuangan dan membuka peluang peningkatan omzet melalui akses pembayaran yang lebih luas.

"Ke depan, Pasar Jaya berencana melanjutkan program ini ke tahap berikutnya dengan memperluas jangkauan digitalisasi ke lebih banyak pasar. Usulan tahap lanjutan akan kembali diajukan kepada OJK Jabodebek," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI