Nilai Ekonominya Hampir US$100 Miliar, Airlangga: Digitalisasi-AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia
SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemanfaatan teknologi digitali dan akal imitasi (AI) akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi Indonesia. Terlebih, pasar domestik yang mencapai lebih dari 280 juta penduduk, turut mendorong tingginya aktivitas ekonomi, termasuk pada sektor digital.
"Pemerintah memandang digitalisasi dan AI sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia. Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang sangat menjanjikan, nilai ekonomi digital Indonesia hampir mencapai US$ 100 miliar," kata Airlangga dalam acara GrabX 2026, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Airlangga memaparkan, pada triwulan IV-2025, perekonomian nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,39 persen (yoy). Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja pertumbuhan ekonomi yang solid di antara negara-negara G20.
Adapun konsumsi rumah tangga juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan laju sebesar 4,99 persen serta kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 53,63 persen. Kinerja tersebut juga mencerminkan salah satu tingkat kontribusi konsumsi domestik yang relatif tinggi di antara negara-negara G20.
Pada 2025, Indonesia juga telah memiliki sekitar 3.200 startup, serta 7 unicorn berskala global yang bergerak dibidang makanan dan minuman, fintech, e-commerce, dan transportasi. Sementara itu, ekonomi digital di Asia Tenggara juga mengalami peningkatan pendapatan dari berbagai aplikasi berbasis AI di Indonesia.
"Ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar AI paling menjadikan di Asia Tenggara," ujarnya.
Di sisi lain, perkembangan dan adopsi teknologi turut mendorong pergeseran kebutuhan tenaga kerja. Laporan World Economic Forum mencatat bahwa sekitar 22 persen jenis pekerjaan diproyeksikan akan mengalami perubahan dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk itu, ketersediaan talenta digital yang adaptif serta mampu berinovasi menjadi kunci utama dalam memastikan transformasi digital dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Kendati demikian, Airlangga memastikan pemerintah akan terus memperkuat kesiapan nasional melalui berbagai inisiatif strategis, termasuk kolaborasi dengan Arm Holdings dalam pengembangan kapasitas teknologi. Tahun ini menargetkan pelatihan bagi 15.000 talenta di bidang AI.
Pada skala regional, Indonesia juga telah menginisiasi penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) sebagai fondasi penguatan ekonomi digital kawasan. Inisiatif ini diharapkan dapat ditandatangani pada tahun 2026 di bawah kepemimpinan Filipina, sebagai langkah konkret dalam mendorong integrasi dan pertumbuhan ekonomi digital ASEAN.
"Jika kita dapat menandatangani ini, peluang ekonomi digital global akan meningkat dari US$ 1 triliun menjadi US$ 2 triliun pada tahun 2030. Jadi, ini adalah potensi pertumbuhan lainnya bagi Grab dalam lima tahun ke depan, " tukasnya.
