Trump Perpanjang Tenggat Diplomasi Iran, Negosiasi Disebut Masih Tegang

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 07:09 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan tenggat waktu bagi Iran selama dua minggu untuk memberi ruang bagi diplomasi terkait pembukaan Selat Hormuz. Langkah ini menyusul permintaan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, agar AS memberi kesempatan lebih lama bagi jalur diplomasi.

Juru bicara Gedung Putih, Caroline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden telah menerima usulan tersebut dan akan memberikan respons resmi. Sementara itu, Trump menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung dalam suasana tegang. Ia juga mengecam ancaman Iran yang disebut akan menggunakan warga sipil sebagai tameng untuk melindungi infrastruktur. “Hal itu benar-benar ilegal. Mereka tidak boleh melakukan itu,” ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News.

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan ancaman keras dengan mengatakan bahwa “sebuah peradaban akan musnah malam ini” jika Iran tidak segera membuka Selat Hormuz sesuai tenggat yang ditetapkan. Perpanjangan waktu ini memberi peluang baru bagi diplomasi, meski ketegangan di kawasan Timur Tengah masih tinggi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI