Tim Komunikasi Trump Bantah Isyarat Penggunaan Nuklir terhadap Iran

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 02:45 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Tim komunikasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak anggapan bahwa Gedung Putih mempertimbangkan opsi penggunaan senjata nuklir terhadap Iran.

Pernyataan itu muncul melalui akun semi-resmi komunikasi Gedung Putih, Rapid Response 47, di platform X (Twitter). Akun tersebut menanggapi unggahan sebuah saluran berita yang menyebut Wakil Presiden JD Vance mengisyaratkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Dalam video yang dilampirkan, Vance mengatakan dirinya berharap Iran “memberikan respons yang tepat” dan menambahkan: “Kami punya alat dalam kotak peralatan yang sejauh ini belum digunakan. Presiden Amerika Serikat bisa memutuskan untuk menggunakannya jika Iran tidak mengubah perilakunya.”

Rapid Response 47 langsung membantah tafsir tersebut:

“Secara harfiah tidak ada satu pun yang dikatakan wakil presiden di sini yang ‘mengisyaratkan’ hal itu, kalian benar-benar tolol,” tulis akun tersebut.

Ancaman Baru Trump

Penolakan isu nuklir ini muncul di tengah serangkaian ancaman baru Trump terhadap Iran. Selama 24 jam terakhir, Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menghancurkan Iran “dalam satu malam” dengan membombardir jembatan dan pembangkit listrik. Ia juga menegaskan bahwa jika tuntutannya tidak dipenuhi, “satu peradaban akan mati.”

Trump menetapkan tenggat waktu pukul 20.00 waktu AS Timur (ET) atau pukul 03.00 waktu Kyiv bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Konteks Krisis

Selat Hormuz adalah jalur vital distribusi energi dunia. Ancaman Trump dan eskalasi militer AS-Israel di kawasan telah meningkatkan ketidakpastian pasar internasional serta memperbesar risiko konflik regional.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI