Donald Trump Ancam 'Satu Peradaban Akan Mati Malam Ini' Jelang Tenggat Iran

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 00:37 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Krisis di Selat Hormuz semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras menjelang tenggat waktu yang ia tetapkan untuk Iran. Trump mengatakan sebuah “peradaban akan mati malam ini” jika Iran tidak memenuhi tuntutannya sebelum pukul 8 malam waktu setempat, Selasa 7 April 2026.

Meski demikian, Trump juga membuka kemungkinan adanya kejutan positif. “Mungkin sesuatu yang revolusioner dan indah bisa terjadi, siapa yang tahu?” ujarnya.

Serangan di Kharg Island

Seiring dengan ultimatum tersebut, militer AS melancarkan serangan terhadap target militer di Pulau Kharg, Iran. Pulau strategis itu merupakan titik utama ekspor minyak Iran. Seorang pejabat AS menegaskan serangan tidak mengenai fasilitas minyak, namun tetap menambah ketegangan di kawasan.

Upaya Diplomasi

Di tengah eskalasi, Pakistan berusaha menjaga peluang terobosan diplomatik. Namun, serangan terhadap infrastruktur di Arab Saudi disebut telah memperkecil kemungkinan tercapainya kesepakatan. Sementara itu, Qatar melalui kementerian luar negerinya mendesak agar resolusi segera dicapai sebelum perang “berputar di luar kendali.”

Infrastruktur Iran Diserang

Israel turut melancarkan serangan terhadap jalur kereta dan jembatan yang digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi aksi tersebut. Media resmi Iran melaporkan aktivitas kereta di salah satu kota terpaksa dihentikan akibat serangan.

Dampak Global

Selat Hormuz adalah jalur vital distribusi energi dunia. Ancaman Trump dan serangan militer terbaru meningkatkan ketidakpastian pasar internasional, memicu lonjakan harga minyak, serta memperbesar risiko eskalasi konflik di kawasan Teluk.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI