Pengamat Sarankan Pemerintah Awasi Ketat Pelaksanaan WFH agar Dipatuhi dan Efektif

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 05 April 2026 | 14:12 WIB
Ilustrasi kendaraan melintasi jalanan Jakarta. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi kendaraan melintasi jalanan Jakarta. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menyarankan, adanya pengawasan ketat dalam penerapan kebijakan Work from Home (WFH) agar benar-benar berjalan efektif untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Karena, kedisiplinan ASN maupun pekerja swasta agak diragukan jika kebijakan diterapkan tanpa variabel paksa seperti pandemi Covid-19 lalu. 

"Mungkin saja ASN dan pekerja swasta tidak kerja di rumah pada hari Jumat, tetapi Work from Everywhere (WFE) di tempat wisata sekalian menikmati long weekend, sehingga konsumasi BBM tidak dapat dihemat secara signifikan," kata Fahmy kepada wartawan, Minggu 5 April 2026.

Fahmy juga menyoroti potensi dampak negatif ekonomi bagi sektor-sektor pendukung mobilitas harian pekerja di kantor. Sebab, WFH sehari dalam sepekan ini berpotensi menurunkan pendapatan bagi sektor transportasi, termasuk ojek online (ojol), warung-warung UMKM yang selama ini menyediakan makan siang bagi ASN dan pekerja swasta, dan usaha lainnya.

Dampak yang perlu diantisipasi lainnya yaitu potensi penurunan produktivitas sektor manufaktur. Oleh karenanya, Fahmy menyarankan pemerinta sebaiknya mempertimbangkan secara matang dengan menghitung secara teliti cost and benefit WFH sehari dalam sepekan ini. 

"Jangan sampai penerapan WFH 1 hari memberikan manfaat penghematan subsidi BBM, tetapi sektor lain yang harus menanggung biayanya (cost)," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI