Perkuat Keamanan, Ratusan Personel Polri Dikerahkan ke Papua Tengah dan Maluku Utara

Laporan: Firdausi
Minggu, 05 April 2026 | 10:18 WIB
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (SinPo.id/Dok.Polri)
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (SinPo.id/Dok.Polri)

SinPo.id - Polri mengerahkan ratusan personel untuk diberangkatkan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara guna memperkuat pengamanan serta merespons perkembangan situasi kamtibmas di kedua daerah tersebut.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, personel yang dikerahkan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta merespons cepat setiap dinamika di lapangan.

"Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Minggu, 4 April 2026.

Trunoyudo menjelaskan, seluruh kekuatan personel yang disiapkan antara lain 100 personel Brimob untuk Papua Tengah. Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah diberangkatkan pada Sabtu pagi, 3 April 2026 menggunakan pesawat Beechcraft. Sementara 4 personel Itwasum masih dalam proses pencarian tiket keberangkatan.

"Untuk penguatan di Papua Tengah, total personel gabungan yang akan diberangkatkan berjumlah 148 personel. Mereka dijadwalkan berangkat Minggu, 5 April 2026 pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire," ucapnya.

Langkah penguatan ini dilakukan, kata dia, seiring dengan adanya perkembangan situasi kamtibmas di beberapa wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Konflik antarwarga yang dipicu oleh kasus dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan," terangnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI