David Brooks: Perang Melawan Iran Berjalan Buruk, Trump Tak Mau Akui

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 05 April 2026 | 04:05 WIB
Perang (Pixabay)
Perang (Pixabay)

SinPo.id -  Penulis The Atlantic, David Brooks, menilai perang melawan Iran berjalan sangat buruk bagi Amerika Serikat. Namun, menurutnya, Presiden Donald Trump terlalu bersikap seperti seorang “penjual omong kosong” untuk mengakui hal itu kepada publik.

Dalam wawancara dengan PBS NewsHour pada Jumat 3 April 2026, Brooks mengatakan: “Biayanya sekarang sangat besar, belum lagi penderitaan manusia. Jika Trump tidak melihat bahwa kita kalah setiap hari selama perang ini berlanjut, dia akan menghadapi semakin banyak masalah politik, masalah militer, dan berbagai masalah lainnya. Dia harus mengakui apa yang sedang terjadi, dan saya ragu dia punya kemampuan mental untuk melakukannya.”

Awalnya ia berharap ada hasil positif dari perang, namun kini menilai biaya jauh lebih besar dibanding manfaat.

“Kita harus pergi ke Timur Tengah hampir setiap dekade selama 50 tahun terakhir karena Islam radikal, yang direpresentasikan oleh rezim Iran. Tapi minggu ini jelas biaya perang jauh lebih besar daripada manfaat yang kita dapatkan,” ujarnya.

Brooks menambahkan bahwa Rusia dan Iran justru mendapat keuntungan besar, sementara ekonomi dunia terguncang dan NATO melemah.

Dua pilot jet tempur AS ditembak jatuh di Iran pada Jumat; satu berhasil diselamatkan, satu masih dicari.

Trump sebelumnya menyatakan perang berjalan baik dan akan segera berakhir, meski korban terus bertambah.

Operasi Epic Fury dimulai 28 Februari 2026 dengan serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah tokoh rezim lainnya.

Hingga kini tercatat 13 tentara AS tewas, sementara korban di pihak Iran mencapai sekitar 3.500 orang.

Jonathan Capehart, pembawa acara MS NOW yang juga hadir dalam wawancara, menyindir bahwa rencana penyelamatan pilot AS tampak lebih buruk dibandingkan skenario film Top Gun: Maverick.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI