AS Lanjutkan Operasi Pencarian Pilot F-15E Hilang di Iran

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 05 April 2026 | 02:55 WIB
Pesawat (pixabay)
Pesawat (pixabay)

SinPo.id -  Amerika Serikat melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap satu pilot F-15E Strike Eagle yang masih hilang setelah jet tempur tersebut ditembak jatuh di wilayah Iran. Pencarian memasuki hari kedua pada Sabtu (5/4/2026), setelah satu pilot berhasil diselamatkan sehari sebelumnya.

Pesawat F-15E itu menjadi jet tempur AS pertama yang ditembak jatuh di Iran sejak konflik berlangsung selama lima pekan terakhir. Media Iran merilis foto puing pesawat dengan ciri khas ekor F-15 serta kursi lontar yang telah digunakan.

Langkah Pencarian AS:

Angkatan Udara AS mengerahkan helikopter Pave Hawk terbang rendah dan pesawat angkut C-130 Hercules.

Operasi difokuskan untuk menemukan kru kedua yang diduga berusaha menghindari pasukan Iran sambil menunggu bantuan pasukan khusus AS.

Reaksi Iran

Media dan perwakilan diplomatik Iran di Pakistan serta Afrika Selatan menanggapi unggahan seorang perempuan di platform X yang menyatakan salah satu putranya adalah pilot tempur.

“Mohon doakan kedua pilot F-15 yang ditembak jatuh malam ini. Salah satu putra saya adalah pilot tempur, dan saya belum menerima kabar darinya maupun dari kesatuannya. Hati saya sangat cemas. Mohon doakan semua pilot dan keluarga mereka,” tulis perempuan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kedutaan Iran di Pakistan menyatakan: “Pastikan putra Anda lebih berbahaya bersama DJ Trump daripada dalam tahanan Iran. Berdoalah agar ia ditahan Iran daripada ditemukan tim penyelamat AS. Sebagai bangsa Muslim dan beradab, kami tahu bagaimana memperlakukan tawanan dengan martabat dan hormat.”

Kedutaan Iran di Afrika Selatan menambahkan: “Di Iran, jauh sebelum hukum kemanusiaan ditulis, hak-hak tawanan perang sudah ditentukan. Kami tidak memperlakukan tawanan seperti sekutu biadab Anda, Zionis. Kami memiliki peradaban Iran, bukan hidup di Zaman Batu seperti Amerika.”

Menyikapi insiden ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan insiden ini tidak akan menghalangi upaya negosiasi perdamaian dengan Iran. Sementara itu, Iran mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya jet tersebut, sedangkan militer AS belum memberikan pernyataan resmi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI