DPR Harap Pemerintah Antisipasi Melambungnya Harga Avtur Dunia

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 04 April 2026 | 19:57 WIB
Ilustrasi pengisian avtur ke pesawat (SinPo.id/ Dok. Pertamina)
Ilustrasi pengisian avtur ke pesawat (SinPo.id/ Dok. Pertamina)

SinPo.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan harga avtur dunia yang mencapai 80 persen.

"Kita tidak bisa membiarkan mekanisme pasar berjalan tanpa pengawasan dalam situasi ekstrem seperti ini. Pemerintah perlu hadir untuk memastikan kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat," kata Rivqy, dikutip dari laman Parlementaria, Sabtu, 4 April 2026.

Rivqy menekankan, sektor transportasi udara memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi nasional. Terutama di negara kepulauan seperti Indonesia.

"Dalam konteks global saat ini, kenaikan harga avtur memang tidak mudah dihindari. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegah dampaknya terhadap harga tiket. Pemerintah harus hadir karena mobilitas masyarakat Indonesia, dengan kondisi geografis kepulauan, sangat bergantung pada transportasi udara," tegasnya.

Rivqy mengusulkan pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian subsidi terbatas atau insentif fiskal bagi maskapai untuk menahan lonjakan tarif tiket dalam jangka pendek. Ia juga mendorong peningkatan kapasitas produksi avtur dalam negeri serta efisiensi distribusinya untuk menekan biaya logistik.

"Kolaborasi antara maskapai BUMN dan swasta harus diperkuat agar industri penerbangan nasional lebih tangguh menghadapi krisis," jelasnya.

Lebih jauh Rivqy berharap pemerintah dapat bergerak cepat dan responsif agar dampak kenaikan harga avtur global tidak membebani masyarakat secara berlebihan.

"Yang kita jaga bukan hanya industri penerbangan, tetapi juga aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau," pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI