Pilot Jet Tempur AS Hilang Usai Ditembak Jatuh Iran, Pemerintah Trump Belum Beri Tanggapan
SinPo.id - Seorang pilot Amerika Serikat dilaporkan hilang pada Jumat 3 April 2026 setelah jet tempur F-15E ditembak jatuh di Iran. Situasi ini memicu pertanyaan publik mengenai nasib awak yang hilang dan sikap pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap insiden tersebut.
Gedung Putih melalui Juru Bicara Karoline Leavitt menyatakan bahwa Presiden Trump telah mendapat laporan mengenai serangan tersebut. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden. “Presiden telah mendapat pengarahan mengenai situasi ini,” kata Leavitt kepada CNN.
Media Iran melaporkan bahwa pemerintah menawarkan hadiah sekitar 76.000 dolar AS bagi warga yang berhasil menemukan pilot tersebut dalam keadaan hidup.
Reaksi publik di Amerika Serikat pun bermunculan di media sosial. Strategis politik Mike Nellis menulis di X: “Donald Trump punya waktu untuk menerima telepon Tiger Woods setelah kecelakaan mobilnya, tapi saya tidak melihatnya berbicara kepada rakyat Amerika setelah jet tempur ditembak jatuh di Iran dan ada pencarian putus asa untuk menemukan pilot. Sepertinya ayah tidak ada di rumah hari ini.”
Jurnalis Aaron Rupar menambahkan: “Apakah mereka memberi pengarahan kepada Trump soal jet tempur yang ditembak jatuh, atau hanya menenangkannya dengan video TikTok?”
Sementara itu, akademisi dan konsultan kebijakan Adam Cochran mengingatkan: “Laporan awal dari media Iran menyebut pilot AS ditahan. Saya harap itu tidak benar, karena akan menjadi eskalasi besar.”
Veteran John Jackson menulis: “Trump mengancam dengan tindakan yang bisa dianggap kejahatan perang, dan sekarang ada kemungkinan tawanan perang. Perilaku sembrono ini membuat prajurit kita berisiko lebih besar. Saya berdoa untuk keselamatan mereka.”
Pengamat politik Ian Bremmer juga menekankan: “Saya benar-benar berharap ini tidak berubah menjadi situasi sandera.” Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tentara AS akan diperlakukan sebagai tawanan perang sesuai Konvensi Jenewa, tetapi hanya jika Amerika Serikat melakukan hal yang sama.
Hingga kini, nasib pilot yang hilang masih belum jelas, sementara ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat.