Dukung Pemerintah, MUI: Bersihkan Ruang Digital dari Konten Amoral
SinPo.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung penuh upaya pemerintah dalam membersihkan ruang digital dari konten-konten destruktif (amoral) yang kian memprihatinkan. Ruang digital harus didayagunakan secara baik dan benar untuk kepentingan ilmu pengetahuan hingga peradaban.
"MUI secara khusus memberikan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia, kepada Menteri Komdigi dan juga seluruh aparatur negara untuk mewujudkan ruang digital yang sehat dan bermartabat," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof Asrorun Ni'am Sholeh di Jakarta, Jumat, 3 April 2026.
MUI menekankan pentingnya memproteksi, bahkan memerangi ekosistem digital destruktif yang merusak masa depan generasi muda. MUI mendorong penindakan hukum terhadap pelanggar aturan di dunia siber.
Hal ini merupakan langkah awal untuk menjamin lahirnya generasi Indonesia yang mutamaddin atau beradab.
"Karena kita tahu ada sekelompok orang yang mengambil manfaat dari kebebasan tanpa batas untuk meraut keuntungan ekonomi, sebagian elemen merusak generasi dengan tradisi, dengan konten yang bertentangan dengan norma agama, bertentangan dengan kesusilaan, bertentangan dengan asas kepatutan dan juga kepantasan di tengah masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, dunia digital Indonesia saat ini dengan mudah dan sangat bebas menampilkan konten-konten berisi pornografi hingga judi online.
Termasuk konten-konten berisi games yang tidak bermanfaat dan kemudian melenakan, konten-konten berisi ujaran kebencian, tidak mendidik, bahkan bisa jadi konten-konten yang menduplikasi tindak kejahatan dan juga mempermisifkan perilaku destruktif.
Hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang biasa karena terus diulang-ulang di media digital. Fenomena ini tentu menjadi ancaman nyata bagi mentalitas bangsa.
MUI mengajak masyarakat memerangi kejahatan siber. MUI juga mendorong adanya aturan yang lebih kuat di dunia maya demi menjaga martabat bangsa. Hal ini tentunya sebagai bentuk perlawanan terhadap pihak-pihak yang mengeksploitasi kebebasan digital untuk kejahatan cyber.
"Dukung terus Indonesia bermartabat melalui regulasi ruang digital, hal ini semata untuk kepentingan kebaikan negeri dan ayo perang bersama terhadap kejahatan berbasis cyber termasuk pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kebebasan tanpa batas itu," tukasnya.
