Amerika Serikat Buka Peluang Diplomasi dengan Iran di Tengah Konflik

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 03 April 2026 | 12:45 WIB
Presiden AS Donald Trump (SinPo.id/Getty Images)
Presiden AS Donald Trump (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id - Amerika Serikat (AS) telah menegaskan kembali pihaknya terbuka untuk melakukan diplomasi dengan Teheran seiring berlanjutnya perang AS-Israel di Iran.

Menurut Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, Trump telah melakukan pembicaraan dengan Iran sebelum perang, tetapi terus menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir.

“Presiden selalu terbuka untuk diplomasi, tetapi dia juga telah menjelaskan bahwa kita akan melihat tujuannya terpenuhi di sini,” kata Pigott, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 3 April 2026.

Pihaknya juga mengatakan, Trump lebih menyukai diplomasi dibanding perang. Sehingga AS akan terus membuka diri untuk mengutamakan jalur diplomasi.

Namun dalam pidato kebangsaannya, Trump menegaskan bahwa AS telah memenangkan perang, tanpa memberikan kepastian untuk mengakhiri perang.

Trump juga tidak menyampaikan rencana apa pun untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang penutupannya oleh Teheran telah menyebabkan harga energi di dunia melonjak.

Iran sendiri telah berulang kali membantah memiliki senjata nuklir, bahkan sebelum perang tahun lalu, kepala intelijen Trump, Tulsi Gabbard, mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa Iran terbukti tidak sedang membangun senjata nuklir.

Sementara Israel diyakini memiliki persenjataan nuklir yang tidak diumumkan, dan pemerintahnya tidak pernah secara resmi mengakui.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI