MUI: Serangan AS-Israel Bentuk Kezaliman yang Nyata

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 02 April 2026 | 15:48 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh (SinPo.id/ Dok. MUI)
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh (SinPo.id/ Dok. MUI)

SinPo.id - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh menegaskan, tindakan penyerangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel merupakan bentuk kezaliman yang nyata dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional dan kemanusiaan. Saat ini, langkah-langkah konkret sangat penting ditempuh secara kolektif oleh negara-negara di dunia untuk menghentikan perang. 

"Tindakan penyerangan AS dan Israel adalah bentuk kezaliman yg nyata, melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan bangsa, serta menodai kehormatan kemanusiaan," kata Niam dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026. 

Atas dasar itu, Niam mendorong Pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah konkret berupa diplomasi global guna melawan segala bentuk kezaliman yang terus berlanjut hingga sekarang. 

Menurutnya, diplomasi internasional harus dioptimalkan, termasuk melalui peran aktif organisasi global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), guna menekan penghentian konflik dan menjaga stabilitas global.

“Stop tindakan oleh AS-Israel. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah diplomatik untuk menghentikan tindak kezaliman ini. Salah satunya melalui PBB dan OKI untuk mengonsolidasikan agenda untuk stop penyerangan," tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah ini juga mengajak negara-negara Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah, untuk memperkuat persatuan dan kerja sama demi menciptakan perdamaian. Solidaritas dan ukhuwah antarnegara Islam di dunia menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang sarat dengan konflik dan ketegangan.

"Negara Islam dan Timur Tengah untuk bergandengan tangan, menjaga ukhuwah mewujudkan perdamaian. Indonesia bisa mengoptimalkan keanggotaan OKI untuk berperan lebih dalam dalam memainkan peran diplomasi stop penyerangan," katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan masing-masing negara sebagai prinsip dasar dalam hubungan internasional.

Niam mendorong agar seluruh pihak mengedepankan pendekatan diplomatik, persatuan, dan penghormatan terhadap hukum internasional sebagai jalan utama dalam menghentikan konflik serta mewujudkan perdamaian dunia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI