Buah Restrukturisasi Keuangan, Krakatau Steel Raup Laba Rp5,68 Triliun pada 2025

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 02 April 2026 | 14:56 WIB
Ilustrasi pengolahan baja di pabrik Krakatau Steel. (SinPo.id/dok. KRAS)
Ilustrasi pengolahan baja di pabrik Krakatau Steel. (SinPo.id/dok. KRAS)

SinPo.id - PT Krakatau Steel (Persero) atau KRAS, resmi mencatatkan laba bersih sebesar USD 339,64 juta (setara Rp5,68 triliun), dalam pengumuman pembalikan kinerja keuangan (financial turnaround) tahun buku 2025. Capaian itu didorong oleh keberhasilan restrukturisasi utang hingga penguatan operasional. 

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan, dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026. 

Menurut Akbar, tahun 2025, menjadi momentum kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional. 

Dia merincikan, sepanjang 2025, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Ketangguhan Krakatau Steel di 2025 tak hanya tercermin pada angka laba, tetapi juga struktur neracanya yang kian sehat dan kokoh. Emiten baja kebanggaan nasional ini berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset sebesar USD 2,77 miliar atau Rp46,24 triliun.

Di saat yang sama, komitmen perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04 persen menjadi USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).

"Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas Perseroan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat menjadi USD 725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun, sebuah indikator bahwa Krakatau Steel kini memiliki landasan finansial yang jauh lebih kuat untuk ekspansi di masa depan," kata Akbar. 

Lebih lanjut, Akbar menegaskan, perseroan juga meneguhkan komitmennya pada aspek transparansi dan tata kelola. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari Auditor Independen. Predikat WTM ini merupakan jaminan kepercayaan bagi seluruh pemegang saham maupun mitra bisnis.

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," tutupnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI