Turki Pimpin Upaya Diplomasi, Erdogan Minta Perang Iran Segera Dihentikan
SinPo.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menegaskan pemerintah Israel bertanggung jawab atas perang ilegal yang sedang berlangsung terhadap Iran, hingga mengakibatkan gejolak ekonomi global.
“Pemerintah Israel memikul tanggung jawab utama atas perang ilegal ini, yang tidak hanya mengubah kawasan kita menjadi zona konflik tetapi juga telah membebani perekonomian seluruh umat manusia,” kata Erdogan, dilansir dari Anadolu, Kamis, 2 April 2026.
“Jangan sampai dilupakan bahwa setiap tetes darah yang tertumpah dalam perang akan memperpanjang kelangsungan politik (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu,” imbuhnya.
Menurutnya, tingkat bahaya dan ancaman akibat perang ilegal tersebut meningkat, dan perang terhadap Iran dikhawatirkan dapat berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas.
Pihaknya juga mengatakan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan telah menghadiri pertemuan empat pihak di Islamabad dengan Arab Saudi, Mesir, dan Pakistan untuk membahas langkah-langkah mengakhiri perang.
“Jika ada secercah harapan untuk mengakhiri pertumpahan darah, untuk mengeringkan air mata, untuk membungkam senjata, dan untuk penyelesaian masalah melalui diplomasi, adalah tugas kita untuk meraihnya,” ungkapnya.
Selain itu, kata Erdogan, perang dengan Iran tidak mendukung visi perdamaian global, melainkan justru merusaknya. Sehingga ia menekankan pentingnya diplomasi, dialog, dan kompromi.
“Harapan kami adalah jalan menuju perdamaian akan terbuka tanpa pertumpahan darah lebih lanjut, dan untuk itu, kami akan terus melakukan segala yang kami bisa, bahkan jika itu berarti mempertaruhkan diri kami sendiri,” tandasnya.
