Soroti Strategi Pariwisata, DPR Dorong Wisatawan Tinggal Lama dan Belanja Banyak

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 01 April 2026 | 20:03 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN Athari Gauthi Ardi. Istimewa
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN Athari Gauthi Ardi. Istimewa

SinPo.id - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN Athari Gauthi Ardi menyoroti tantangan sektor pariwisata yang tidak lagi sekadar menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan pemerataan serta peningkatan kontribusi ekonomi di berbagai daerah.

Demikian disampaikan Athari dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Menurut dia, strategi ke depan harus mampu mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, menghabiskan lebih banyak malam, serta meningkatkan pengeluaran di destinasi wisata, tidak hanya terpusat di kawasan prioritas.

"Bukan hanya sekedar lagi menarik pariwisatawan, menebar pariwisatawan itu ke daerah yang lainnya secara merata, tapi juga bagaimana kita bisa menahan mereka untuk spending more time, spending more nights, dan juga spend more money, yang lebih di daerah-daerah wisata lain selain daerah wisata yang menjadi prioritas dan juga memang destinasi prioritas," kata Athari di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Selain itu, Athari menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata. Dia mengapresiasi program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam meningkatkan kualitas SDM, termasuk melalui pendidikan vokasi dan politeknik pariwisata (poltekpar).

Namun demikian, Athari menekankan perlunya perubahan pendekatan dalam pengembangan SDM, dari sekadar berbasis jumlah pelatihan dan sertifikasi menjadi berbasis hasil (outcome).

"Untuk penguatan SDM pariwisata, saya rasa untuk ke depannya kalau bisa itu pendekatannya bergeser dari pendekatan berbasis jumlah pelatihan dan juga sertifikasi menuju ke pendekatan berbasis outcome. Outcome-nya apa? Yaitu satu penyerapan tenaga kerja, peningkatan kualitas layanan, kenaikan pendapatan dari tenaga kerja," tegas dia.

Lebih lanjut, Athari pun mendorong penerapan skema penempatan tenaga kerja berbasis destinasi. Skema ini dinilai penting agar tenaga kerja lokal dapat terserap langsung dalam rantai nilai pariwisata, tidak hanya di desa wisata dan destinasi prioritas, tetapi juga di daerah lain yang memiliki potensi besar.

"Supaya apa? Supaya tenaga kerja lokal itu bisa terserap langsung dalam rantai nilai pariwisata," kata Athari.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI