Imbas Ketegangan Timur Tengah, Kemendag Tetapkan Harga Referensi CPO Naik 5,41 Persen
SinPo.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) periode 1-30 April 2026 sebesar US$ 989,63/metric ton (MT). Nilai ini meningkat US$ 50,76 atau 5,41 persen dari HR CPO periode 1-31 Maret 2026 yang sebesar US$ 938,87/MT.
"Saat ini, HR CPO meningkat dibandingkan dengan periode Maret 2026. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan permintaan yang tidak diikuti dengan peningkatan suplai akibat penurunan produksi, serta peningkatan harga minyak mentah akibat situasi geopolitik di Timur Tengah," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana, Rabu, 1 April 2026.
Dengan demikian, pengenaan bea keluar (BK) CPO ditetapkan sebesar US$ 148/MT. Kemudian, pungutan ekspor (PE) CPO adalah sebesar US$ 123,7035/MT atau 12,5 persen dari HR CPO periode 1—30 April 2026.
Tommy memaparkan, sumber harga untuk penetapan HR CPO diperoleh dari rata-rata harga pada rentang waktu 20 Februari -hingga 19 Maret 2026. Di rentang waktu tersebut, rata-rata harga untuk rujukan pada Bursa CPO di Indonesia sebesar US$ 896,94/MT, Bursa CPO di Malaysia sebesar US$ 1.082,31/MT, dan harga Port CPO Rotterdam sebesar US$ 1.319,84/MT.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025, bila terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari US$ 40, maka perhitungan HR CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median.
"Sehingga, harga referensi bersumber dari Bursa CPO di Indonesia dan Bursa CPO di Malaysia. Sesuai dengan perhitungan tersebut, HR CPO ditetapkan sebesar US$ 989,63/MT," ujar Tommy.
Selain itu, produk minyak goreng (Refined, Bleached, and Deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan neto ≤ 25 kg dikenakan BK US$ 33/MT. Rujukannya yaitu Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 561 Tahun 2026 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 Kg.
Selanjutnya, HR biji kakao periode April ditetapkan sebesar US$ 3.190,63/MT, turun sebesar US$ 856,82 atau 21,17 persen dari Maret 2026. Hal ini berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada April 2026 menjadi US$ 2.886/MT, turun US$ 836 atau 22,46 persen dari Maret.
"Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi peningkatan suplai seiring dengan membaiknya produksi di negara produsen utama, yang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan," tutur Tommy.
Komoditas lainnya, yakni HPE produk kulit periode April 2026 tidak berubah dari Maret 2026. Sementara itu, komoditas getah pinus periode April 2026 ditetapkan sebesar US$ 916/MT, meningkat US$ 13 atau 1,44 persen dari periode Maret 2026.
Di sisi lain, HPE produk kayu meningkat pada beberapa jenis, yaitu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman, wooden sheet for packing box dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000—4.000 mm2 dari jenis meranti, rimba campuran serta sortimen lainnya jenis eboni dan dari hutan jenis pinus dan gemelina, akasia, sengon, karet, balsa, eucalyiptus, dan lain-lain.
Sementara itu, HPE turun untuk kayu olahan dengan luas penampang 1.000—4.000 mm2 dari jenis merbau dan sortimen lainnya jenis jati.
Selanjutnya, tidak ada perubahan HPE untuk wood in chips or particle, chipwood, serta kayu olahan dengan luas penampang 1.000—4.000 mm2 dari jenis hutan tanaman jenis sungkai dan kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000—10.000 mm2 periode April 2026.
