Presiden Iran: Kami Punya Tekad Akhiri Perang, Asalkan Ada Jaminan Tak Terulang

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 01 April 2026 | 06:50 WIB
Iran (pixabay)
Iran (pixabay)

SinPo.id -  Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya memiliki tekad kuat untuk mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat, namun menuntut adanya jaminan agar agresi tidak kembali terjadi.

“Kami memiliki tekad yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi – terutama jaminan yang dibutuhkan untuk mencegah pengulangan agresi,” ujar Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, Selasa 31 Maret 2026, sebagaimana disampaikan kantornya.

Iran sebelumnya merespons rencana perdamaian 15 poin dari AS dengan mengajukan kontra-proposal lima poin, yang menekankan penghentian agresi serta pembentukan mekanisme pencegahan agar Israel maupun AS tidak kembali melancarkan perang. “Solusi untuk menormalkan keadaan adalah penghentian serangan agresif mereka,” tegas Pezeshkian.

Presiden Iran juga memperingatkan bahwa intervensi eksternal dalam perang akan membawa konsekuensi serius. Ia mengkritik sikap Eropa yang dianggap diam terhadap serangan AS-Israel. “Diamnya Uni Eropa atas kejahatan AS-Israel tidak sejalan dengan klaim mereka tentang hak asasi manusia. Kami menyerukan agar kebijakan Eropa selaras dengan hukum internasional,” katanya.

Sementara itu, Costa menyatakan bahwa Eropa tidak mendukung serangan terhadap Iran dan menyerukan de-eskalasi serta kembalinya jalur diplomasi.

Dampak Kemanusiaan

Menurut data pemerintah Iran, serangan AS-Israel sejak 28 Februari telah menewaskan ribuan orang, termasuk 249 perempuan dan 216 anak-anak, dengan 17 di antaranya berusia di bawah lima tahun. Juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, menyebut serangan juga menghantam fasilitas sipil seperti pusat sumber daya alam dan lembaga amal di kota Fardis.

Iran melaporkan lebih dari 113.000 bangunan sipil rusak, termasuk 90.063 rumah, 21.059 fasilitas komersial, 760 sekolah, serta 18 fasilitas milik Bulan Sabit Merah. Tiga helikopter bantuan juga ikut hancur akibat serangan.

Konflik yang terus berlanjut ini menimbulkan kekhawatiran global, dengan banyak pihak mendesak agar perang segera dihentikan demi mencegah eskalasi lebih luas di kawasan Timur Tengah.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI