Iran Serang Pangkalan Udara AS di Arab Saudi, Klaim 200 Personel Jadi Korban
SinPo.id - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan kompleks perumahan dan titik berkumpul satu skuadron Angkatan Udara AS yang ditempatkan di Pangkalan Udara Al-Kharj, Arab Saudi.
Mengutip kantor berita Tasnim, Pasukan Dirgantara IRGC menyatakan pada Selasa 31 Maret 2026
“Sebagai respons atas serangan tidak adil dan serangan udara oleh pasukan AS, kompleks perumahan dan titik berkumpul satu skuadron Angkatan Udara AS di Pangkalan Udara Al-Kharj, Arab Saudi, telah menjadi sasaran dalam operasi gabungan rudal dan drone yang dilakukan oleh Pasukan Dirgantara.”
Dalam pernyataan tersebut ditambahkan:
“Dalam operasi ini, sedikitnya 200 personel militer AS tewas atau terluka, dan diyakini sebagian besar dari mereka adalah pilot tempur.”
Serangan ini merupakan bagian dari Operasi “True Promise 4”, yang dilancarkan Iran sebagai balasan atas agresi militer AS-Israel terhadap wilayahnya. Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di kawasan, serta ke wilayah Israel di teritori Palestina yang diduduki.
Ketegangan regional semakin meningkat setelah serangan gabungan AS dan Israel menargetkan Iran, yang memicu rangkaian balasan dari Teheran. Situasi ini menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah, dengan dampak langsung terhadap stabilitas global, pasar energi, dan keamanan penerbangan internasional.
