Targetkan Dana Segar Rp306 Miliar, IPOT Permudah Akses IPO WBSA

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 23:39 WIB
Aplikasi IPOT (Sinpo.id/tim media)
Aplikasi IPOT (Sinpo.id/tim media)

SinPo.id -  Pasar modal Indonesia kembali diramaikan oleh aksi korporasi strategis. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menawarkan peluang investasi di sektor logistik yang tengah berkembang pesat.

Melalui PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), investor ritel kini diberikan kemudahan akses untuk memesan saham e-IPO WBSA secara langsung dan praktis tanpa harus berpindah aplikasi.

WBSA berencana melepas maksimal 1,8 miliar saham atau setara dengan 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan kisaran harga penawaran sebesar Rp150 hingga Rp170 per saham, perusahaan logistik ini membidik dana segar hingga Rp306 miliar.

Adapun jadwal penting yang perlu dicatat oleh calon investor yakni, masa penawaran umum dimulai pada 1 hingga 8 April 2026. Sedangkan, tanggal listing (BEI) pada 10 April 2026

Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini rencananya akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, salah satunya adalah akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL).

Langkah ini diambil guna memperkuat lini bisnis angkutan laut dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Secara fundamental, WBSA memiliki catatan keuangan yang solid. Hingga September 2025, perusahaan membukukan total aset senilai Rp1,15 triliun dan laba bersih senilai Rp24,39 miliar

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menjelaskan bahwa IPOT menghadirkan fitur real-time indicator untuk membantu investor membaca pergerakan pasar sejak hari pertama perdagangan.

"Kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat," ujar Sergio dikutip dari siaran persnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Selain fitur indikator, aplikasi IPOT juga menawarkan sistem refund dana yang cepat serta kemampuan memantau status penjatahan secara real-time.

Berdasarkan SEOJK No. 25/2025, investor ritel di emisi Golongan III seperti WBSA kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID.

​Meski terdapat potensi Auto Reject Atas (ARA) yang kerap diburu investor pada saham IPO, pihak IPOT tetap mengingatkan investor untuk memperhatikan ketersediaan dana dalam sistem "No Funds, No Order".

Batas maksimal pemesanan ditetapkan sebesar 10% dari total nilai IPO atau setara Rp30,6 miliar per SID.  

TAG:
WBSA
IPO
BERITALAINNYA
BERITATERKINI