ESDM Catat Konsumsi Bensin Periode Lebaran Naik 15 Persen, Solar Turun 18 Persen

Laporan: Tio Pirnando
Selasa, 31 Maret 2026 | 19:52 WIB
Pengendara motor mengisi bbm subsidi di SPBU MT Haryono, Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)
Pengendara motor mengisi bbm subsidi di SPBU MT Haryono, Jakarta. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah/2026 resmi ditutup. Kondisi ketahanan Stok BBM dilaporkan aman dan berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari, baik untuk jenis Gasoline, Gasoil, Kerosene, maupun Avtur.

"Posko dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi dan sinergi para pemangku kepentingan. Kami apresiasi kepada para pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Posko sejak periode persiapan, pembukaan, pelaksanaan, hingga penutupan," Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati dalam konferensi pers, Selasa, 31 Maret 2025. 

Erika menerangkan, peningkatan rata-rata konsumsi harian BBM selama periode posko dibandingkan kondisi penyaluran normal paling signifikan terlihat pada jenis Gasoline (bensin) dengan kenaikan sebesar 15 persen. Sedangkan Gasoil (solar) turun sebesar 18 persen. Adapun avtur naik sebesar 7,2 persen dibanding penyaluran normal.

Selain itu, penyaluran Liquefied Petroleum Gas LPG juga berjalan aman. Seluruh agen serta pangkalan beroperasi dengan baik untuk melayani kebutuhan gas masyarakat, termasuk Agen dan Pangkalan Siaga 24 yang beroperasi di daerah khusus dengan permintaan tinggi.

"Ketahanan stok LPG Nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini adalah 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari rerata normal," ujarnya.

Kondisi yang sama terjadi di sektor gas bumi. Di mana dilaporkan tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman. Sementara untuk sektor ketenagalistrikan, secara umum berada pada kondisi aman. Sebanyak 17 sistem berada pada status normal, yakni tidak pernah terjadi siaga maupun defisit.

Kemudian sektor geologi, terdapat beberapa kejadian kebencanaan geologi, seperti gempa bumi, gerakan tanah. Namun, tidak terdapat gunung api dengan status Awas, hanya terdapat 2 (dua) gunung api dengan status siaga, yaitu Gn. Merapi dan Gn. Semeru. Seluruh kejadian tersebut tidak berdampak terhadap kondisi pasokan dan distribusi energi.

"Seluruh aktifitas gempa bumi, gunungapi, dan gerakan tanah, tidak berdampak terhadap kondisi pasokan maupun kelancaran penyaluran energi, baik di sektor BBM, LPG, Gas Bumi, maupun Ketenagalistrikan," pungkas Erika. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI