Momentum Ramadan, Novita Wijayanti Perkuat Nilai 4 Pilar Kebangsaan di Banyumas
SinPo.id - Anggota MPR RI, Novita Wijayanti memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperkuat kesadaran berbangsa melalui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa, 17 Maret 2026.
Dihadiri oleh sekitar 158 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat, acara ini menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan selama Ramadan memiliki kaitan erat dengan prinsip kebangsaan.
Dalam pemaparannya, Novita Wijayanti menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar kerangka normatif, melainkan memiliki relevansi langsung dengan pembentukan karakter di bulan Ramadan.
"Ibadah puasa tidak hanya melatih aspek spiritual, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kejujuran, serta pengendalian diri yang merupakan nilai dasar masyarakat berintegritas," ujar Novita.
Novita juga menambahkan bahwa praktik sosial selama Ramadan, seperti zakat dan sedekah, adalah implementasi nyata dari prinsip keadilan sosial dalam Pancasila. Sementara itu, kegiatan buka puasa bersama dan kerja bakti menjadi wujud konkret dari nilai persatuan di tengah masyarakat.
Novita menyoroti bagaimana masyarakat Desa Pageralang telah mempraktikkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dengan menjaga keharmonisan meskipun memiliki perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi.
Menurutnya, lingkungan yang inklusif memungkinkan setiap individu beribadah dengan tenang sambil tetap menjaga interaksi sosial yang positif.
Di tengah arus informasi yang cepat dan perubahan sosial, Novita mengingatkan bahwa penguatan 4 Pilar menjadi filter penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konflik berbasis identitas maupun disinformasi.
Menutup kegiatannya, legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII ini menekankan pentingnya menjaga konsistensi nilai-nilai tersebut bahkan setelah Ramadan berakhir.
Ia mendorong peran aktif keluarga dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda demi membangun masyarakat yang berdaya tahan sosial.
"Ramadan adalah ruang pembelajaran konkret. Kami berharap nilai-nilai disiplin dan kepedulian ini terus hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
