Wagub DKI Soroti Risiko Siber Bank Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 31 Maret 2026 | 12:52 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan pentingnya penguatan sistem teknologi perbankan di tengah meningkatnya risiko transaksi digital saat periode Lebaran. 

Hal itu Rano sampaikan dalam Malam Apresiasi Tim Teknologi Informasi Bank Jakarta di Plataran Hutan Kota Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 30 Maret 2026.

Menurut Rano, periode Idulfitri menjadi ujian utama bagi ketahanan sistem perbankan karena lonjakan transaksi yang signifikan. 

“Periode Idul fitri merupakan masa krusial dengan intensitas transaksi yang sangat tinggi,” kata Rano dalam keterangannya dikutip Selasa, 31 Maret 2026.

Dia menilai stabilitas layanan Bank Jakarta selama libur Lebaran tidak lepas dari peran tim teknologi informasi.

Namun, Rano mengingatkan, keberhasilan menjaga layanan tetap berjalan bukan berarti tanpa celah. Dia menyoroti potensi risiko keamanan siber yang dapat mengancam sistem perbankan jika tidak diantisipasi secara serius. 

“Teknologi yang canggih tetap memiliki potensi celah jika tidak dikelola dengan baik dan disiplin,” ujarnya.

Karena itu, dia menegaskan investasi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Menurutnya, penguatan infrastruktur, sistem keamanan, serta pengembangan layanan digital seperti mobile banking generasi baru harus terus dilakukan.

 “Sistem harus kuat, aman, dan memiliki cadangan yang memadai,” kata Rano.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, berkomitmen mendukung transformasi digital Bank Jakarta sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta kota global yang kompetitif. 

Dia berharap penguatan teknologi juga diiringi dengan peningkatan integritas dan akuntabilitas layanan.

Rano juga menyinggung pentingnya menjadikan pengalaman selama periode Lebaran sebagai evaluasi. Dia meminta seluruh jajaran Bank Jakarta memastikan kesiapan sistem untuk mencegah gangguan yang berpotensi merugikan masyarakat. 

“Sistem perbankan harus benar-benar siap agar ke depan tidak terjadi gangguan,” ujarnya.

Acara apresiasi tersebut, kata Rano, bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen inovasi di tengah tantangan digital yang semakin kompleks.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI