Kedubes Iran Berduka, Kutuk Israel atas Gugurnya Tentara Indonesia di Lebanon

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 00:26 WIB
Iran (pixabay)
Iran (pixabay)

SinPo.id -  Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seorang personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai penjaga perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Tentara Indonesia tersebut tewas akibat serangan artileri Israel di Lebanon.

Lewat akun Instagram resminya, Kedubes Iran menegaskan sikap keras terhadap insiden tersebut. “Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya secara tragis seorang penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL,” bunyi pernyataan Kedubes Iran, Senin 30 Maret 2026.

“Kami dengan tegas mengutuk tindakan keji ini, yang merupakan akibat langsung dari agresi berkelanjutan Israel, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat,” tambahnya. Iran juga menekankan bahwa menargetkan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, dan menyerukan agar insiden ini tidak dibiarkan tanpa hukuman.

Kronologi Insiden

Kementerian Pertahanan RI membenarkan kabar gugurnya satu personel TNI dalam serangan tersebut. Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebut ada tiga personel TNI yang menjadi korban: satu meninggal dunia, satu luka berat, dan satu luka ringan. Insiden terjadi akibat eskalasi konflik yang meningkat di Lebanon.

Kementerian Luar Negeri RI juga mengecam keras serangan Israel. “Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di UNIFIL, setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026,” bunyi pernyataan Kemlu RI.

Latar Belakang Konflik

Ketegangan di Lebanon meningkat setelah Hizbullah, kelompok pro-Iran, melancarkan serangan rudal ke Israel pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Iran kini berada dalam konflik terbuka dengan Israel, yang merembet ke Lebanon dan menelan korban dari pasukan penjaga perdamaian internasional, termasuk Indonesia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI