Roberto De Zerbi dan Adi Hutter Jadi Sorotan dalam Bursa Pelatih Baru Tottenham
SinPo.id - Steven Gerrard menilai Roberto De Zerbi sebagai sosok ideal untuk menangani Tottenham Hotspur setelah klub berpisah dengan pelatih interim Igor Tudor. Spurs mengumumkan perpisahan dengan Tudor setelah periode sulit, di mana ia hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga.
De Zerbi, yang meninggalkan Marseille pada Februari, disebut telah melakukan pembicaraan pribadi dengan pihak Spurs dan berpeluang mengambil alih sebelum musim berakhir. Hal ini berbeda dengan preferensi awalnya yang ingin menunggu hingga akhir musim.
Gerrard menekankan rekam jejak De Zerbi dalam mengembangkan pemain muda akan sangat bermanfaat bagi Spurs. Ia mencontohkan pengalaman Ethan Nwaneri yang dipinjamkan Arsenal ke Marseille.
“Saya pikir Mikel Arteta sangat cerdas karena mengirimnya ke De Zerbi, yang punya rekam jejak meningkatkan pemain. Ia akan memberi waktu, pendidikan, dan kesempatan bermain lebih banyak. Tanpa diragukan lagi, De Zerbi akan membuatnya menjadi pemain yang lebih baik,” ujar Gerrard kepada TNT Sports.
Meski begitu, kandidat lain juga muncul. Adi Hutter, pelatih asal Austria, sempat dikaitkan dengan Spurs namun menegaskan tidak akan kembali melatih hingga musim depan.
“Dalam beberapa hari dan minggu terakhir, saya semakin sering dikaitkan dengan berbagai klub. Namun, seperti yang sudah saya nyatakan setelah masa saya di Monaco, saya lebih memilih tidak bekerja sebagai pelatih kepala lagi sampai awal musim baru paling cepat. Posisi saya tidak berubah sejak saat itu,” kata Hutter kepada media Austria.
Kondisi ini menjadi pukulan bagi manajemen Spurs yang tengah mencari pengganti. Selain De Zerbi dan Hutter, nama Sean Dyche, Marco Silva, Oliver Glasner, hingga Ryan Mason juga disebut-sebut.
Namun, dukungan De Zerbi terhadap Mason Greenwood saat di Marseille menimbulkan penolakan dari sejumlah kelompok suporter Spurs. Women of the Lane menegaskan sikap mereka:
“De Zerbi secara terbuka membela Mason Greenwood dengan cara yang meremehkan keseriusan kekerasan laki-laki terhadap perempuan dan anak perempuan. Itu menimbulkan pertanyaan serius tentang penilaian dan kepemimpinan. Ini bukanlah penunjukan yang seharusnya dilakukan Tottenham Hotspur,” tulis pernyataan resmi kelompok tersebut.
Tottenham berharap bisa segera menunjuk pelatih baru sebelum laga berikutnya melawan Sunderland pada 12 April, agar manajer anyar memiliki waktu beradaptasi dengan skuad selama jeda internasional.
