Arus Balik Lebaran, Penumpang Whoosh Diperkirakan Tembus Hingga 20 Ribu
SinPo.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat penjualan tiket Whoosh mencapai sekitar 12 ribu hingga Minggu, 29 Maret 2026, atau H+7 Lebaran. Angka ini diperkirakan masih akan meningkat hingga malam hari seiring berlanjutnya penjualan tiket.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengatakan jumlah penumpang berpotensi menembus 20 ribu hingga keberangkatan terakhir malam nanti.
“Jumlahnya masih akan terus bertambah seiring dengan penjualan yang masih akan terus berlangsung hingga keberangkatan terakhir pukul 21.23 WIB dari Stasiun Padalarang,” kata Emir, Minggu, 29 Maret 2026.
Lonjakan ini, kata dia, dipicu oleh arus balik pekerja yang kembali ke Jakarta setelah libur Lebaran. KCIC memprediksi pergerakan penumpang dari arah Bandung menuju Ibu Kota akan meningkat, terutama seiring berakhirnya masa libur dan penerapan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
“Diperkirakan terjadi peningkatan jumlah penumpang dari arah Bandung menuju Jakarta hari ini,” tutur dia.
Adapun tingginya penjualan tiket mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap moda transportasi cepat dan efisien. Emir pun menilai kereta cepat semakin menjadi pilihan utama untuk perjalanan antarkota di tengah padatnya arus balik.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, lanjut dia, KCIC telah memperkuat layanan di berbagai aspek, mulai dari operasional hingga fasilitas penumpang.
Emir mengatakan perusahaan mengoptimalkan integrasi antarmoda di seluruh stasiun guna memperlancar perjalanan.
“Hal ini menjadi krusial, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran,” ujar Emil.
Selain itu, kata Emir, KCIC juga menambah dukungan fasilitas di stasiun, seperti ruang tunggu reguler dan VIP, pos kesehatan, serta layanan inklusif seperti ruang menyusui dan toilet disabilitas.
Dia juga menyebut, perusahaan menyediakan WiFi gratis, area isi ulang air minum, hingga area tenant untuk kebutuhan penumpang. Di sisi operasional, kata Emir, KCIC meningkatkan kesiapan sumber daya manusia, termasuk petugas layanan dan pengamanan.
“Kru operasional telah dipastikan dalam kondisi prima melalui pemeriksaan kesehatan,” tandasnya.
