RI–Jepang Teken Mou Perkuat Konservasi Satwa Liar via Breeding Loan Komodo

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 29 Maret 2026 | 13:52 WIB
Menhut Raja Juli dan Gubernur Prefektur Shizuoka, Yasutomo Suzuki. (SinPo.id/dok. Kemenhut)
Menhut Raja Juli dan Gubernur Prefektur Shizuoka, Yasutomo Suzuki. (SinPo.id/dok. Kemenhut)

SinPo.id - Menteri Kehutanan (Kemenhut) RI Raja Juli Antoni bersama Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang, Yasutomo Suzuki, secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama perlindungan dan konservasi satwa liar, dengan fokus pada program breeding loan komodo (Varanus komodoensis). Keberadaan MoU ini dalam rangka memperkuat kolaborasi bilateral di bidang konservasi keanekaragaman hayati.

"Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi konservasi Indonesia di tingkat global, sekaligus mendorong peningkatan upaya pelestarian satwa langka melalui pendekatan kolaboratif antara lembaga konservasi kedua pihak," kata Raja Juli dalam keterangannya, Minggu, 29 Maret 2026. 

Juli menjelaskan, tujuan MoU ini juga untuk mempererat hubungan persahabatan antara RI dan Jepang. Sekaligus meningkatkan kontribusi kedua pihak dalam perlindungan dan konservasi satwa liar serta peningkatan kesadaran publik terhadap keanekaragaman hayati.

Dalam implementasinya, kedua pihak juga menegaskan komitmen terhadap prinsip kesejahteraan satwa dan kepatuhan terhadap ketentuan internasional, termasuk Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Bagi Juli, kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa, melainkan bagian dari Diplomasi Hijau (Green Diplomacy) komitmen jangka panjang Indonesia dalam menjaga warisan biodiversitas dunia.

Juli menekankan bahwa program breeding loan juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat edukasi publik dan meningkatkan kesadaran internasional terhadap pentingnya konservasi.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui perjanjian implementasi antara lembaga konservasi di Indonesia dan Prefektur Shizuoka, yaitu antara iZoo dan Kebun Binatang Surabaya, termasuk pengaturan teknis terkait pemeliharaan, transportasi, serta pengawasan satwa.

Juli menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program akan dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional maupun standar internasional.

"Melalui kemitraan ini, Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kepemimpinan global di bidang konservasi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat diplomasi lingkungan sebagai bagian dari kontribusi terhadap keberlanjutan alam di tingkat nasional dan global," kata dia. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI