Legislator Minta Pemerintah Tak Terbuai dengan Laporan Penurunan Kasus Campak

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 29 Maret 2026 | 10:18 WIB
Ilustrasi campak (SinPo.id/ Dok. Kemenkes)
Ilustrasi campak (SinPo.id/ Dok. Kemenkes)

SinPo.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah untuk tidak terbuai dengan adanya laporan mengenai penurunan kasus campak sebesar 95 persen di awal tahun 2026.

Menurutnya, angka statistik tersebut tidak boleh menutupi fakta di lapangan terkait banyaknya anak-anak yang meninggal dunia akibat komplikasi penyakit tersebut.

"Penurunan kasus itu memang hasil kerja keras, tetapi fakta bahwa masih ada anak yang meninggal menunjukkan ada sistem yang belum tuntas. Statistik bukan segalanya jika kita masih kehilangan nyawa anak-anak kita,” kata Netty, dalam keterangan persnya, dikutip Minggu, 29 Maret 2026.

Ia menilai, keberhasilan menekan jumlah kasus merupakan langkah darurat yang baik, namun fatalitas atau kematian adalah tanda bahwa penanganan di tingkat akar rumput masih memiliki celah besar.

“Satu nyawa anak Indonesia itu terlalu mahal untuk dikompensasi dengan angka persentase penurunan," ungkapnya.

"Jangan sampai kita merayakan penurunan kasus, sementara di saat yang sama ada orang tua yang sedang berduka karena anaknya terlambat mendapatkan proteksi,” kata Netty menambahkan.

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi vaksin dan kecepatan penanganan komplikasi di puskesmas, terutama di wilayah-wilayah yang sempat menjadi zona merah.

“Pemerintah jangan cepat puas. Penurunan ini harus dibarengi dengan jaminan bahwa tidak akan ada lagi KLB di masa depan. Kita butuh jaminan perlindungan total, bukan sekadar laporan statistik di atas kertas,” tegasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI