Ayip Tayana: Pemerintahan Prabowo Masih Demokratis, Jauh dari Otoriter

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:16 WIB
Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Inisiatif Percepatan Pertumbuhan Ekonomi (SinPo.id/Bakom RI)
Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Inisiatif Percepatan Pertumbuhan Ekonomi (SinPo.id/Bakom RI)

SinPo.id -  Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih berada dalam kategori demokratis dan jauh dari kesan otoriter.

Menurutnya, indikator penting yang menunjukkan hal itu adalah keterbukaan pemerintah terhadap kritik publik, komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta tidak adanya pembatasan sistemik terhadap oposisi maupun organisasi masyarakat sipil.

Ayip menegaskan, rezim yang benar-benar otoriter biasanya sejak awal menutup ruang kritik. Sementara pada pemerintahan saat ini, kritik tetap diakui meski ada catatan terkait ekspresi yang mengandung kebencian.

“Kalau kita lihat secara empiris sejauh ini, saya belum melihat cukup bukti kuat untuk menyebut pemerintahan Prabowo Subianto sebagai pemerintah yang otoriter. Tapi ada area abu-abu yang harus dijaga, dalam definisi kritik vs kebencian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kecenderungan pemerintah untuk menunjukkan ketegasan negara tetap harus diawasi publik agar tidak bergeser ke arah yang lebih restriktif.

Terkait komitmen Presiden Prabowo menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Ayip menilai hal itu sebagai sinyal positif bagi penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

“Saya cenderung melihat ini sebagai satu arah yang benar, tetapi tetap perlu dikawal agar tidak berhenti di level retorika,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI