Direktur FBI Kash Patel Jadi Target Serangan Hacker Pro-Iran, Data Pribadi Dibocorkan

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 04:27 WIB
ilustrasi serangan hacker
ilustrasi serangan hacker

SinPo.id -  Kelompok peretas yang terkait dengan Iran kembali melancarkan serangan siber besar dengan menargetkan Direktur FBI, Kash Patel. Dalam insiden yang terjadi Jumat 27 Maret 2026, para hacker membocorkan email pribadi, foto, serta dokumen yang diklaim sebagai resume Patel secara daring.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman AS mengonfirmasi kepada Reuters bahwa email Patel memang diretas, meski tidak merinci lebih jauh.

Kelompok bernama Handala Hack Team menyatakan Patel kini masuk dalam daftar korban mereka. “Patel sekarang akan menemukan namanya di antara daftar korban yang berhasil kami retas,” tulis kelompok itu. Mereka juga menyombongkan bahwa sistem “tak tertembus” milik FBI berhasil mereka lumpuhkan hanya dalam hitungan jam.

Dalam unggahan di situs mereka, kelompok tersebut menambahkan: “Hari ini, sekali lagi dunia menyaksikan runtuhnya legenda keamanan Amerika. FBI dengan bangga menyita domain kami dan segera mengumumkan hadiah 10 juta dolar untuk kepala anggota Handala Hack. Kami memutuskan untuk merespons pertunjukan konyol ini dengan cara yang akan dikenang selamanya.”

Foto-foto yang dipublikasikan melalui akun Telegram kelompok itu menunjukkan Patel berpose sambil mengisap cerutu. Mereka juga mengunggah korespondensi pribadi dan pekerjaan dari 2010 hingga 2019.

Menanggapi serangan ini, FBI menyatakan: “Kami menyadari adanya aktor jahat yang menargetkan informasi email pribadi Direktur Patel, dan kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko. Informasi yang dimaksud bersifat historis dan tidak melibatkan data pemerintah. FBI akan terus mengejar pelaku, mendukung korban, dan berbagi intelijen untuk melindungi jaringan.”

Kelompok Handala memperingatkan bahwa serangan ini hanyalah awal dari “era baru perang siber.” Mereka mengklaim aksi tersebut sebagai balasan atas serangan rudal Tomahawk AS yang menewaskan ratusan warga sipil di Iran serta operasi siber gabungan AS-Israel terhadap infrastruktur negara itu.

Handala Hack Team, yang muncul pada akhir 2023, diyakini beroperasi di bawah kendali Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran. Kelompok ini sebelumnya juga bertanggung jawab atas serangan terhadap staf senior Lockheed Martin dan penghapusan massal perangkat melalui Microsoft Intune.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI