Pramono Perkirakan 10–12 Ribu Pendatang Baru Masuk Jakarta Usai Lebaran

Laporan: Sigit Nuryadin
Jumat, 27 Maret 2026 | 22:48 WIB
Arus balik Terminal Terpadu Pulo Gebang. (Agus Priatna/SinPo.id)
Arus balik Terminal Terpadu Pulo Gebang. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkirakan jumlah pendatang baru ke ibu kota setelah Lebaran tahun ini berada di kisaran 10 ribu hingga 12 ribu orang. Angka tersebut didasarkan pada tren pergerakan pemudik yang kembali ke Jakarta bersama kerabat.

“Data yang ada sampai dengan hari ini, kami memprakirakan akan ada kenaikan pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu,” kata Pramono, Jumat, 27 Maret 2026.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa angka tersebut belum bersifat final. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memantau dinamika arus balik dalam beberapa hari ke depan.

Pramono menyebut proyeksi itu disusun dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk peningkatan pemesanan moda transportasi serta pola perjalanan warga yang membawa anggota keluarga ke Jakarta.

“Kenapa ini bisa disimpulkan seperti itu? Dari tren orang booking kendaraan ataupun juga yang ikut dengan keluarganya dan sebagainya,” ujar Pramono. 

Berbeda dari pendekatan penertiban administratif di masa lalu, Pramono menekankan bahwa Pemerintah Provinsi tidak akan menggelar operasi yustisia terhadap pendatang baru. Namun, dia memberi penekanan pada aspek kesiapan individu yang ingin mencari pekerjaan di Jakarta.

“Jakarta tidak ada operasi yustisia, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri,” ucap dia. 

Pramono menuturkan, kesiapan yang dimaksud mencakup keterampilan kerja dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di Ibu Kota.

"Pemerintah daerah, tidak membatasi arus masuk penduduk, tetapi mendorong seleksi alam berbasis kompetensi," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI