Tiket Masih Tersedia, KAI Andalkan Diskon 20 Persen untuk Dongkrak Okupansi
SinPo.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat masih tersedianya 168.816 tempat duduk untuk periode keberangkatan 27 Maret hingga 1 April 2026, di tengah tingginya mobilitas angkutan Lebaran tahun ini. Perusahaan pun mengandalkan program diskon tarif untuk mendorong penyerapan kursi yang belum terjual.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, hingga kini penjualan tiket untuk masa angkutan Lebaran periode 11 Maret–1 April 2026 baru mencapai 895.617 kursi dari total kapasitas 1.083.623 kursi yang disediakan.
“Masih tersedia 168.816 tempat duduk untuk keberangkatan pada periode 27 Maret hingga 1 April 2026,” kata Franoto, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurut dia, sisa kapasitas tersebut tersebar di berbagai kelas layanan, dengan rincian 101.698 kursi kelas eksekutif, 58.725 kursi ekonomi komersial, dan 8.393 kursi ekonomi PSO.
Untuk meningkatkan okupansi, kata Franoto, KAI menghadirkan program “Promo Silaturahmi” berupa potongan harga 20 persen bagi penumpang kelas eksekutif.
"Program ini berlaku untuk perjalanan 25 Maret hingga 1 April 2026 dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen," ungkap dia.
Franoto menyebutkan, minat masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi.
“Sebanyak 20.314 tiket promo diskon 20 persen telah terjual,” ujar Franoto.
Adapun diskon tersebut tersedia untuk 61 perjalanan kereta api. Namun, dia menegaskan bahwa tarif potongan harga tidak berlaku untuk layanan tertentu seperti kereta suite class compartment, luxury, priority, imperial, panoramic, serta kereta wisata lainnya.
Di sisi lain, arus penumpang selama periode angkutan Lebaran terus meningkat. KAI mencatat jumlah penumpang berangkat pada 11–27 Maret 2026 mencapai 778.173 orang.
Sementara itu, pada 27 Maret saja, volume keberangkatan dari wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 32.700 penumpang, sedangkan volume kedatangan mencapai 52.587 penumpang.
Franoto juga mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan.
“Kami mengimbau penumpang hadir 30 hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan,” kata Franoto.

