Hadapi Potensi Kemarau, Kementan Perkuat Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Pangan
SinPo.id - Kementerian Pertanian (Kementan), berkomitmen perkuat langkah antisipasi dalam menghadapi potensi kemarau 2026, guna memastikan produksi padi tetap optimal, dan pasokan pangan tetap aman.
Pasalnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Oleh sebab itu, pihaknya bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis, antara lain penguatan jaringan irigasi pertanian, optimalisasi irigasi perpompaan, bantuan pompa air, serta optimasi lahan non-rawa.
Pihaknya juga akan menyalurkan bantuan benih padi sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas di tengah tekanan iklim.
Lebih lanjut, kata Amran, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif secara menyeluruh untuk menghadapi musim kemarau, khususnya melalui penguatan irigasi dan pompanisasi guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian.
“Air adalah faktor kunci. Karena itu, penguatan irigasi, pompanisasi, dan dukungan benih harus berjalan bersamaan agar petani tetap bisa berproduksi secara optimal,” kata Amran, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.
Dengan demikian, pihaknya berharap ketersediaan air untuk pertanian tetap terjaga, sehingga produksi dan produktivitas padi, khususnya di Provinsi Jawa Barat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, di tengah tantangan perubahan iklim.
