Antisipasi Banjir, DKI Siagakan 1.205 Pompa dan Percepat Pengerukan

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 26 Maret 2026 | 21:23 WIB
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di tengah ancaman cuaca ekstrem. Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA), berbagai langkah antisipatif dilakukan dengan mengoptimalkan infrastruktur pengendali banjir, mulai dari penyiagaan pompa hingga percepatan pengerukan saluran air.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan seluruh jajaran telah berada dalam kondisi siaga penuh untuk memastikan sistem pengendalian banjir berjalan optimal. 

“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” ujar Ika di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut Ika, salah satu langkah utama yang dilakukan ialah penyiagaan sarana dan prasarana pengendali banjir. 

Dia menyebut, hingga 13 Maret 2026, Dinas SDA mencatat terdapat 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi serta 537 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi. 

"Pompa mobile disiapkan untuk menjangkau titik genangan yang tidak terlayani pompa stasioner," tuturnya. 

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga mempercepat pengerukan sungai, kali, waduk, situ, dan embung guna meningkatkan kapasitas tampung air. 

"Sejak dimulai pada 2 Januari 2026, volume pengerukan telah mencapai 123.393 meter kubik di lima wilayah kota administrasi," ungkap Ika. 

Adapun sepanjang 2025, total pengerukan tercatat mencapai 919.173 meter kubik dengan dukungan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck. 

"Upaya ini dilakukan untuk menjaga fungsi drainase tetap optimal, terutama saat curah hujan tinggi," ucap dia. 

Lebih jauh, Ika mengungkapkan, Dinas SDA juga menyiagakan Satuan Tugas Pasukan Biru yang bertugas mendukung operasional pompa dan menangani genangan secara cepat. 

Selain respons darurat, kata dia, petugas juga melakukan pemantauan rutin di lapangan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, warga dapat memanfaatkan aplikasi JAKI atau menghubungi layanan 112," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI