Program “Mudik ke Jakarta” Dongkrak Wisata dan Transportasi

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 26 Maret 2026 | 09:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Program “Mudik ke Jakarta” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI mendorong lonjakan signifikan jumlah wisatawan dan pengguna transportasi publik selama Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah menilai peningkatan mobilitas ini sebagai sinergi antara kebijakan transportasi dan daya tarik pariwisata ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono mengatakan, program tersebut tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan moda transportasi publik. 

“Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” ujar Pramono dalam keterangan resminya dikutip Kamis, 26 Maret 2026.

Adapun berdasarkan data pemerintah menunjukkan jumlah penumpang MRT mencapai 135.117 orang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun LRT mencatat 9.987 penumpang atau naik sekitar 6 persen.

Lonjakan serupa terjadi di sektor pariwisata, kawasan Monas mencatat 126.790 pengunjung, Kebun Binatang Ragunan 222.991 pengunjung, dan Ancol sekitar 155.000 pengunjung selama masa libur Lebaran. 

“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas,” kata Pramono.

Dia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor dalam program tersebut, termasuk dukungan transportasi dan perhotelan. Sejumlah daerah juga ikut berpartisipasi melalui skema promosi. 

"Beberapa di antaranya mencatat transaksi cukup besar, seperti Semarang sekitar Rp8 miliar dan Surabaya sekitar Rp6,2 miliar," ungkap  dia. 

Kendati mobilitas meningkat, kata Pramono  Pemprov DKI memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Pramono mengatakan tidak ada keluhan signifikan selama periode mudik hingga Lebaran. 

“Selama periode mudik hingga Lebaran, pelayanan publik berjalan baik dan tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat,” ucap Pramono. 

Dia juga menuturkan, pemerintah tetap menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja mengikuti arahan pemerintah pusat. Menurutnya, skema work from office (WFO) dan work from anywhere (WFA) masih diberlakukan pada masa transisi pasca-libur. 

“Pengaturan ini bertujuan menjaga keberlanjutan layanan publik agar tetap berjalan baik,” ujar dia. 

Pramono menegaskan, Jakarta tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin datang dan bekerja, dengan catatan memiliki kesiapan. 

“Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi harus diimbangi kesiapan dan kapasitas untuk bekerja. Kami ingin setiap orang yang datang dapat berkontribusi positif,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI