Kebut Huntap di Aceh Tamiang, Kapolda: Progres Positif dan Tepat Waktu
SinPo.id - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan pascabencana di wilayah Provinsi Aceh, khususnya menjelang tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijadwalkan mulai awal April 2026. Di mana, pembangunan 150 unit Hunian Tetap (Huntap) oleh Polri di Kabupaten Aceh Tamiang, ditargetkan rampung tepat waktu sebagai bagian dari upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak.
"Alhamdulillah, progres pembangunan berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target, sehingga fasilitas ini bisa segera digunakan," ujar Marzuki, dalam keterangannya, Rabu, 25 Maret 2026.
Marzuki menyampaikan, proyek pembangunan hunian tetap, mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi. Rinciannya, 50 unit rumah berbahan kayu, 50 unit rumah tipe Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin), serta 50 unit rumah berbahan precast.
Dia lantas mengapresiasi capaian progres pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif hingga saat ini. Ia memastikan, pembangunan huntap di atas lahan seluas 7,5 hektare tersebut berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu pengerjaan.
Menurutnya, pembangunan hunian tetap tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascabencana.
"Pembangunan Huntap ini diharapkan mampu mengembalikan rasa aman, menumbuhkan optimisme, serta menghadirkan kembali harapan bagi masyarakat untuk menata masa depan yang lebih baik setelah terdampak bencana banjir," ucapnya.
Selain itu, berdasarkan data per 24 Maret, Polri juga telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan di wilayah terdampak sebanyak 41 unit.
Rinciannya, di Provinsi Aceh telah terbangun 21 dari 22 unit atau sekitar 95 persen, di Sumatra Barat seluruh 10 unit telah rampung 100 persen, sementara di Sumatra Utara sebanyak 4 dari 5 unit telah selesai atau mencapai 80 persen.
"Tinggal satu jembatan dibangun di desa Samarena, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah progresnya sudah mencapai 60 persen," terangnya.
Di sisi lain, Polri juga mencatat capaian penuh dalam perbaikan infrastruktur sumur bor yang telah selesai 100 persen. Secara rinci, perbaikan dilakukan terhadap 260 unit di Provinsi Aceh, 37 unit di Sumatra Utara, dan 74 unit di Sumatra Barat.
Sementara itu, total pengerahan personel Polri di lokasi terdampak saat ini mencapai 1.441 personel, yang terdiri dari 808 personel di Aceh, 312 personel di Sumatra Utara, dan 330 personel di Sumatra Barat.
